Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Adaptasi Teknologi Digital, Beban Tugas, dan Work Life Balance terhadap Kinerja Pegawai dengan Stres Kerja sebagai variabel intervening pada Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 128 pegawai dan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Sebanyak 99 kuesioner layak digunakan dalam analisis. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adaptasi Teknologi Digital berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Stres Kerja, sedangkan Beban Tugas dan Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Stres Kerja. Selanjutnya, Adaptasi Teknologi Digital berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, sedangkan Beban Tugas dan Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Stres Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa Stres Kerja tidak memediasi hubungan Adaptasi Teknologi Digital, Beban Tugas, maupun Work Life Balance terhadap Kinerja Pegawai. Nilai R-Square Stres Kerja sebesar 0,858 menunjukkan bahwa 85,8% variasinya dapat dijelaskan oleh tiga variabel eksogen, sedangkan R-Square Kinerja Pegawai sebesar 0,841 menunjukkan bahwa 84,1% variasinya dapat dijelaskan oleh Adaptasi Teknologi Digital, Beban Tugas, Work Life Balance, dan Stres Kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja lebih tepat diarahkan pada pengelolaan langsung terhadap adaptasi teknologi digital, beban tugas, dan Work Life Balance.