Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA DALAM MENDUKUNG EFISIENSI OPERASIONAL: STUDI KASUS PADA RUMAH MAKAN SRI WANGI KOTA GORONTALO Aisa Rahayu Ismail; Inggik Ayu; Rosita Naswa; Dwiputri Rianty Azhari; Moh. Fadly Halid
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14520

Abstract

Pengelolaan biaya tenaga kerja yang tidak sistematis pada usaha kuliner skala kecil dapat menjadi penghambat tercapainya efisiensi operasional yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi akuntansi biaya tenaga kerja pada Rumah Makan Sri Wangi, Kota Gorontalo, melalui klasifikasi biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung sebagai instrumen pengendalian biaya sekaligus dasar pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam karyawan yang dimiliki, dua orang karyawan bagian dapur diklasifikasikan sebagai tenaga kerja langsung dengan total Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) sebesar Rp2.000.000 per bulan, sedangkan empat orang karyawan lainnya yang terdiri atas dua pelayan, satu kasir, dan satu petugas kebersihan diklasifikasikan sebagai tenaga kerja tidak langsung dengan total Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (BTKTL) sebesar Rp4.000.000 per bulan. Secara keseluruhan, total biaya tenaga kerja Rumah Makan Sri Wangi mencapai Rp6.000.000 per bulan dengan skema gaji tetap sebesar Rp1.000.000 per orang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa klasifikasi biaya tenaga kerja yang tepat antara biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung memberikan landasan informasi yang lebih akurat bagi pemilik usaha dalam mengevaluasi struktur tenaga kerja, mengendalikan pengeluaran, dan mendorong efisiensi operasional.