Aryadi Aryadi
Universitas Islam Annadwah Kuala Tungkal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN FILOSOFIS, HISTORIS, DAN SOSIOLOGIS DALAM STUDI PERBANDINGAN PENDIDIKAN Abdul rauf; Arif sobri; Hadijah Hadijah; Aryadi Aryadi; Suhadi Suhadi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14586

Abstract

Studi perbandingan pendidikan lahir dari kebutuhan untuk memahami mengapa sistem pendidikan di berbagai negara tumbuh berbeda satu sama lain, meskipun sama-sama menghadapi persoalan mendasar seperti akses, mutu, dan relevansi. Artikel ini bertujuan mengkaji tiga pendekatan yang menjadi fondasi metodologis studi perbandingan pendidikan, yaitu pendekatan filosofis, historis, dan sosiologis, serta bagaimana ketiganya saling melengkapi dalam membaca sebuah sistem pendidikan secara utuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research), dengan menelaah gagasan tokoh-tokoh perbandingan pendidikan seperti Kandel, Bereday, Sadler, serta Noah dan Eckstein, dan mengaitkannya dengan konteks pendidikan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan filosofis membantu menyingkap nilai dan pandangan hidup yang melandasi tujuan pendidikan suatu bangsa; pendekatan historis menjelaskan bagaimana sistem pendidikan terbentuk melalui rangkaian peristiwa dan kebijakan masa lalu; sementara pendekatan sosiologis mengungkap keterkaitan pendidikan dengan struktur masyarakat, stratifikasi sosial, dan proses perubahan sosial. Ketiga pendekatan tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling menopang: pemahaman filosofis memberi arah nilai, pemahaman historis memberi konteks waktu, dan pemahaman sosiologis memberi konteks ruang sosial. Kajian ini merekomendasikan agar mahasiswa dan peneliti pendidikan tidak menggunakan satu pendekatan secara terpisah ketika membandingkan sistem pendidikan antarnegara atau antarwilayah, melainkan mengintegrasikan ketiganya agar simpulan yang dihasilkan lebih utuh dan kontekstual.