Mohammad Rizki Syahputra
Politeknik Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AganFakta: Penerapan Agentic AI untuk Verifikasi Fakta dan Peningkatan Kapasitas Relawan MAFINDO Mera Delimayanti; Dewi Yanti Liliana; Rizki Elisa Nalawati; Rafiq Amalul Widodo; Nadiva Mecca Rimanda; Mohammad Rizki Syahputra; Muhammad Reza Hafizzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i2.769

Abstract

Meningkatnya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital membuat proses verifikasi fakta menjadi semakin penting. Sebagai organisasi yang berfokus pada pemeriksaan fakta di Indonesia, MAFINDO menghadapi tantangan berupa tingginya beban verifikasi yang masih banyak dilakukan secara manual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi Agentic AI sebagai alat bantu verifikasi fakta pada teks berita untuk mendukung kinerja relawan MAFINDO. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan, evaluasi, serta penyusunan rencana keberlanjutan. Sistem yang dikembangkan menggunakan Google Agent Development Kit (ADK) dengan model Gemini 2.5 Series yang mengintegrasikan tiga agen, yaitu Agen Ekstraktor, Agen Peneliti, dan Agen Verifikator. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan peserta tetap terjaga dengan baik. Rata-rata nilai pre-test mencapai 98,75%, sedangkan rata-rata post-test sebesar 96,25%. Meskipun materi pada tahap akhir lebih berfokus pada penerapan teknis yang lebih kompleks, peserta tetap mampu mempertahankan tingkat pemahaman yang tinggi. Berdasarkan hasil kuesioner evaluasi, mayoritas relawan (75%) menilai proses verifikasi menjadi lebih efisien dengan penerapan Agentic AI, yang juga memberikan alur kerja yang lebih sistematis. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI yang dipadukan dengan penilaian manusia dapat mendukung proses verifikasi fakta secara lebih efektif tanpa mengurangi peran relawan sebagai pengambil keputusan akhir.