., Bayu Cipto Rahmono
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI PERHITUNGAN TEGANGAN BACK FLASHOVER DI TERMINAL ISOLATOR PADA SUTET 275 KV BENGKAYANG-MAMBONG AKIBAT SAMBARAN PETIR LANGSUNG ., Bayu Cipto Rahmono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.73 KB)

Abstract

 Di masa sekarang kebutuhan energi listrik semakin meningkat sejalan dengan berkembangnya teknologi. Perkembangan yang pesat ini harus diikuti dengan perbaikan mutu energi listrik yang dihasilkan, yaitu harus memiliki kualitas dan keandalan yang tinggi. Gangguan yang terbesar dalam sistem tenaga listrik terjadi di daerah penyaluran (transmisi) dan diantara sekian banyak gangguan yang terjadi, petir merupakan salah satu penyebabnya, hal ini dikarenakan letak Indonesia khususnya daerah Kalimantan Barat mempunyai iklim tropis dan kelembaban yang tinggi. Fenomena back flashover akan terjadi bila tegangan pada isolator saluran lebih besar atau sama dengan tegangan kritis lompatan api isolator sehingga lompatan api terjadi pada isolator tersebut. Lompatan api balik (back flashover) akan berpeluang lebih besar terjadi bila amplitudo arus surja petir semakin tinggi dan isolator yang paling berpeluang dapat terjadi lompatan api balik (Back Flashover) adalah isolator yang terletak pada lengan paling atas atau yang paling dekat dengan kawat tanah. Untuk menghitung gangguan karena lompatan api balik (back flashover) yaitu menggunakan metode perhitungan gelombang berjalan. Perhitungan gangguan kilat pada menara yang di lakukan yaitu pada fhasa karena fhasa yang duluan kena sambaran petir langsung  yaitu fhasa , tegangan pada puncak menara dan tegangan impuls isolator kV akan semakin kecil dengan bertambahnya besar waktu puncak gelombang surja petir T µdet. Hasil penelitian jumlah probabilitas lompatan api untuk kedua sirkuit dari saluran transmisi ganda yang menyebabkan dengan arus petir minimum I (kA) pada waktu puncak gelombang surja petir T ( yaitu pada fasa   = 0.0979. Dari perhitungan ligthing performance yang di peroleh dari perhitungan untuk transmisi 275 kV Bengkayang – Mambong adalah 24.773 gangguan /km/tahun, Jumlah gangguan akibat sambaran petir adalah  0.31 yang terjadi pada saluran udara  per 128.2 km panjang saluran/tahun