I Ketut Kertayasa
, Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tenngah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Permasalahan Pembelajaran Sekolah Dasar di Desa Astina Melalui Analisis Kebutuhan untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka: Pengabdian Wayan Sudarsana; I Ketut Kertayasa; Putu Satya Narayanti; Ni Made Mega Hariani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.8015

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah Tahun 2026 dilaksanakan di SDN Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman guru mengenai implementasi Kurikulum Merdeka serta strategi pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan persembahyangan Tilem di Pura Agung Wanagiri Astina sebagai bagian dari pembinaan spiritual, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama guru-guru SDN Astina. Materi FGD meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta strategi pembelajaran inovatif, seperti Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, dan pemanfaatan media digital sederhana. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman antara pemateri dan peserta. Hasil evaluasi kepuasan peserta menunjukkan bahwa seluruh aspek yang dinilai memperoleh persentase sebesar 86%–96%, dengan persentase tertinggi 96% pada aspek penyajian materi yang menarik, materi yang jelas dan mudah dipahami, serta manfaat langsung kegiatan bagi peserta. Kepuasan peserta secara umum mencapai 88%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PKM memberikan manfaat dalam menambah wawasan guru serta memberikan alternatif strategi pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penguatan praktik, pendampingan, dan evaluasi penerapan strategi pembelajaran inovatif di sekolah dasar.