Masalah rendahnya minat dan kualitas membaca generasi muda tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan malas membaca, melainkan sebagai akibat dari perubahan kebiasaan belajar, akses bahan bacaan, dukungan lingkungan, dan cara penyajian teks yang belum selalu dekat dengan kehidupan pembaca. Artikel ini bertujuan mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan generatif sebagai strategi pendukung pembelajaran membaca dan gerakan minat baca, terutama melalui penyusunan bahan bacaan yang ringkas, visual, kontekstual, dan mudah dipahami. Kajian ini menggunakan teori membaca pemahaman, minat baca, literasi digital, dan prinsip penggunaan AI yang berpusat pada manusia. Metode yang digunakan adalah telaah literatur terhadap artikel jurnal, laporan lembaga, dan sumber penelitian tahun 2021-2026 yang relevan dengan minat baca, pembelajaran membaca, media visual, serta pemanfaatan AI dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor rendahnya minat baca berkaitan dengan lemahnya motivasi, kurangnya pembiasaan, terbatasnya bacaan menarik, pengaruh gawai, dan kurang kuatnya dukungan keluarga-sekolah. Sementara itu, AI generatif berpotensi membantu guru dan pelajar membuat bahan bacaan bertingkat, pertanyaan pemahaman, ringkasan, infografis, serta konten literasi media sosial. Namun, pemanfaatannya harus tetap dikawal oleh guru agar siswa tidak hanya menerima jawaban instan, tetapi tetap berlatih memahami, menilai, dan menafsirkan teks. Artikel ini menyimpulkan bahwa AI tidak menggantikan kegiatan membaca, melainkan dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan bacaan yang lebih manusiawi, dekat, menarik, dan bermakna.