Islamic character education in early childhood is a fundamental basis for shaping a generation of noble morals during the golden age of child development. This study aims to describe the forms of synergy among families, early childhood education (PAUD) institutions, and the community in strengthening children's Islamic character in Karang Jaya Village, Prabumulih City, and to identify its supporting and inhibiting factors. This research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with parents, PAUD educators, and community leaders, and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that families serve as the foundation for instilling faith, worship, and moral values; PAUD institutions structure the habituation of Islamic values through curricula and daily activities; while the community reinforces the socio-religious environment through religious study groups, Qur'anic learning centers, and neighborhood religious activities. The synergy among the three parties in Karang Jaya Village is manifested through routine parent-teacher communication, parenting programs, the involvement of religious leaders in school activities, and the utilization of community religious facilities. The main inhibiting factors include parents' limited time, the scarcity of structured collaborative programs, and the influence of gadgets on children's religious value internalization. This study recommends strengthening scheduled tripartite communication and developing community-based programs as strategies to optimize the strengthening of early childhood Islamic character. Keywords: Islamic character; early childhood; educational synergy; family; PAUD; community Abstrak. Pendidikan karakter Islami pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia sejak periode emas (golden age) perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk sinergi antara keluarga, satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan masyarakat dalam menguatkan karakter Islami anak di Kelurahan Karang Jaya, Kota Prabumulih, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan orang tua, pendidik PAUD, dan tokoh masyarakat, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai peletak dasar nilai akidah, ibadah, dan akhlak; satuan PAUD berperan menstrukturkan pembiasaan nilai Islami melalui kurikulum dan kegiatan harian; sedangkan masyarakat berperan sebagai penguat lingkungan sosial-keagamaan melalui majelis taklim, TPA, dan kegiatan keagamaan lingkungan. Sinergi ketiga pihak di Kelurahan Karang Jaya terwujud dalam bentuk komunikasi rutin orang tua-guru, program parenting, keterlibatan tokoh agama dalam kegiatan sekolah, dan pemanfaatan fasilitas keagamaan masyarakat. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan waktu orang tua, minimnya program kolaboratif terstruktur, serta pengaruh gawai terhadap penanaman nilai keagamaan anak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunikasi tripihak secara terjadwal dan pengembangan program berbasis komunitas sebagai strategi optimalisasi penguatan karakter Islami anak usia dini. Kata kunci: karakter Islami; anak usia dini; sinergi pendidikan; keluarga; PAUD; masyarakat