Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Eksperimental Tegangan Bangkitan Akibat Posisi Magnet Dan Diameter Kumparan Pada Turbin Angin Tanpa Sudu Muhammad Rifqy Bagas Syah; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 06 2026
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak variasi diameter kumparan dan posisi magnet batang terhadap tegangan yang dihasilkan pada turbin angin tanpa sudu (Bladeless Wind Turbine). Latar belakang penelitian ini didorong oleh kebutuhan untuk mengembangkan teknologi energi terbarukan yang efisien, ramah lingkungan, dan berbiaya rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan variasi diameter kumparan sebesar 30 mm, 40 mm, dan 50 mm, serta tiga posisi magnet yaitu atas, tengah, dan bawah. Data amplitudo tegangan bangkitan yang dihasilkan diukur menggunakan osiloskop pada kecepatan angin tertentu yang dihasilkan oleh blower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter kumparan, semakin tinggi tegangan yang dihasilkan, hal ini disebabkan oleh peningkatan luas penampang yang memotong fluks magnetik. Selain itu, penempatan magnet pada posisi tengah batang menghasilkan amplitudo tegangan bangkitan tertinggi dibandingkan dengan posisi atas dan bawah, karena berada pada titik simpangan osilasi maksimum. Kombinasi diameter kumparan yang besar dengan posisi magnet di tengah dapat memaksimalkan kinerja pembangkitan listrik pada turbin angin tanpa sudu.