Pengembangan komposit berbasis serat alam merupakan salah satu pendekatan untuk memanfaatkan limbah pertanian sekaligus menghasilkan material yang ringan dan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat mekanik komposit polyester berpenguat serat kulit jagung pada variasi fraksi volume dan kondisi perlakuan alkali serta menilai potensinya sebagai material alternatif helm. Komposit dibuat menggunakan metode hand lay-up dengan tiga variasi fraksi volume serat, yaitu 20%, 30%, dan 40%. Variasi 20% digunakan tanpa perlakuan alkali, sedangkan variasi 30% dan 40% diberi perlakuan NaOH 5% selama 2 jam. Serat disusun searah, resin polyester dicampur dengan katalis MEKP pada rasio 100:2, dan proses curing dilakukan pada suhu ruang selama 48 jam. Pengujian tarik mengacu pada ASTM D638, sedangkan pengujian impak menggunakan metode Izod berdasarkan ASTM D256, dengan tiga spesimen untuk setiap variasi. Kekuatan tarik rata-rata tertinggi diperoleh pada variasi fraksi volume 30% dengan perlakuan NaOH 5%, yaitu sebesar 23,51 MPa, sedangkan kekuatan impak tertinggi diperoleh pada variasi fraksi volume 40% dengan perlakuan NaOH 5%, yaitu sebesar 19,3 kJ/m² atau 0,0193 J/mm². Karena kondisi perlakuan alkali berbeda antarvariasi fraksi volume, kontribusi fraksi volume serat dan perlakuan NaOH terhadap perubahan sifat mekanik tidak dapat dipisahkan sepenuhnya. Dibandingkan dengan nilai acuan material helm yang digunakan dalam penelitian, kekuatan impak tertinggi telah melampaui nilai acuan 0,00972 J/mm², sedangkan kekuatan tarik tertinggi masih berada di bawah nilai acuan 33,93 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa komposit polyester berpenguat serat kulit jagung berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai material alternatif helm, terutama dari sisi penyerapan energi benturan; namun, optimasi dan pengujian lebih lanjut masih diperlukan sebelum kesesuaiannya untuk aplikasi helm dapat ditetapkan