AbstrakIon timbal (Pb²⁺) adalah salah satu ion logam berat berbahaya yang sering ditemukan pada limbah cair industri. Kadar limbah Pb²⁺ dapat diminimalisir dengan menggunakan bahan alam sebagai adsorben. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh waktu kontak dan jumlah adsorben karbon aktif buah bintaro pada adsorpsi ion timbal terhadap kapasitas adsorpsi dan efektivitas adsorpsi ion Pb²⁺. Penelitian diawali dengan preparasi sampel buah bintaro menjadi ukuran 100 mesh, kemudian diaktivasi menggunakan H₃PO₄ 15% selama 24 jam. Karakteristik adsorben karbon aktif buah bintaro yang diperoleh adalah kadar air 7,5%, kadar abu 6%, dan kapasitas adsorpsi iodin 1142,1 mg/g. Proses adsorpsi dilakukan pada variasi massa adsorben (10, 15, dan 20 g) dan waktu kontak (30, 60, dan 90 menit) dengan kecepatan pengadukan 90 rpm dan konsentrasi adsorbat ion timbal 10 mg/L. Hasil optimal diperoleh pada massa adsorben 10 g dan waktu kontak 90 menit dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,0429 mg/g dan efektivitas adsorpsi sebesar 97,13% pada massa adsorben 20 g dan waktu kontak 90 menit.AbstractLead ion (Pb²⁺) is one of the hazardous heavy metal ions commonly found in industrial wastewater. Pb²⁺ waste levels can be minimized using natural materials as adsorbents. This study was conducted to examine the effect of contact time and the amount of bintaro fruit activated carbon adsorbent on lead ion adsorption, with respect to adsorption capacity and adsorption effectiveness of Pb²⁺ ions. The study began with preparing bintaro fruit samples to a size of 100 mesh, followed by activation using 15% H₃PO₄ for 24 hours. The resulting bintaro fruit activated carbon adsorbent had a moisture content of 7.5%, an ash content of 6%, and an iodine adsorption capacity of 1142.1 mg/g. The adsorption process was carried out at varying adsorbent masses (10, 15, and 20 g) and contact times (30, 60, and 90 minutes) with a stirring speed of 90 rpm and a lead ion adsorbate concentration of 10 mg/L. The optimal results were obtained at an adsorbent mass of 10 g and a contact time of 90 minutes, with an adsorption capacity of 0.0429 mg/g, and the highest adsorption effectiveness of 97.13% was obtained at an adsorbent mass of 20 g and a contact time of 90 minutes.