Dias Okwirayanto Nugroho
SDN 1 Donosari Kabupaten Kendal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengembangkan Pembelajaran Mendalam Sejarah Perumusan Pancasila Melalui Integrasi Role Playing, Video AI Spokesperson, Challenge Box, dan Interactive Flat Panel di Sekolah Dasar Dias Okwirayanto Nugroho
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 3 (2026): July, In Progress
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/jg52p468

Abstract

Pembelajaran sejarah perumusan Pancasila pada tingkat Sekolah Dasar (SD) kerap menghadapi kendala akibat dominasi pendekatan konvensional yang berfokus pada hafalan teks, tanggal, dan nama tokoh. Pendekatan tersebut kurang memfasilitasi pemahaman mendalam (deep learning) maupun makna kontekstual bagi murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi dan dampak integrasi metode role playing berbantuan media Video AI Spokesperson (HeyGen), Challenge Box, dan Interactive Flat Panel (IFP) dalam meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, serta keterampilan abad ke-21 murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif tipe studi kasus operasional best practice yang dilaksanakan di Kelas IV SD N 1 Donosari, Kabupaten Kendal, dengan subjek penelitian sebanyak 20 murid. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam, tes pemahaman (diagnostik awal dan evaluasi akhir), wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi media teknologi berbasis AI dan perangkat fisik interaktif yang dipadukan dengan alur Pembelajaran Mendalam (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berhasil mengatasi pasivitas belajar murid. Pemahaman awal murid yang sebelumnya didominasi kategori kurang (50%) mengalami peningkatan signifikan, di mana seluruh murid berhasil mencapai ketuntasan pemahaman konseptual dan penguatan karakter. Selain meningkatkan penguasaan materi sejarah secara kronologis, strategi ini terbukti efektif menumbuhkan kompetensi 6C (character, citizenship, collaboration, communication, creativity, critical thinking) serta menginternalisasi nilai-nilai keteladanan para pendiri bangsa. Dengan demikian, sintesis antara pedagogi aktif dan teknologi AI yang berpusat pada murid merupakan strategi inovatif yang sangat direkomendasikan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.