Selva Arsiti
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interaksi Sosial Peserta Didik Atlet Pada Program Kokurikuler Selva Arsiti; Junaidi Junaidi
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 3 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i3.511

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya interaksi sosial assosiatif seperti (1) kerja sama, (2) akomodasi, (3) asimilasi & (akulturasi) dalam kehidupan peserta didik, khususnya peserta didik atlet yang menjalani peran ganda sebagai siswa sekaligus atlet. Dalam konteks sekolah keberbakatan olahraga, program kokurikuler menjadi salah satu wadah penting yang memungkinkan peserta didik atlet untuk berinteraksi, beradaptasi, serta membangun hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial peserta didik atlet pada program kokurikuler di SMA Negeri 4 Sumatera Barat (Keberbakatan Olahraga). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dengan informan yang terdiri atas peserta didik atlet, guru pembina kokurikuler, dan pihak sekolah yang relevan dengan fokus penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial peserta didik atlet pada program kokurikuler di SMA Negeri 4 Sumatera Barat (Keberbakatan Olahraga) didominasi oleh bentuk interaksi sosial asosiatif. (1) kerja sama, yang terlihat melalui aktivitas saling membantu, berbagi informasi, dan bekerja bersama dalam menyelesaikan tugas maupun kegiatan; (2) akomodasi, yang tampak dalam kemampuan peserta didik menyelesaikan perbedaan pendapat dan konflik melalui komunikasi, toleransi, dan musyawarah; (3) asimilasi, yang ditunjukkan melalui proses penyesuaian diri terhadap norma, nilai, dan budaya sekolah hingga terbentuk identitas kolektif sebagai peserta didik atlet; dan (4) akulturasi, yang tercermin dalam penerimaan terhadap keberagaman budaya, kebiasaan, dan karakter antar peserta didik tanpa menghilangkan identitas masing-masing. Bedasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa program kokurikuler berperan penting dalam membentuk interaksi sosial yang harmonis, memperkuat solidaritas, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta meningkatkan kemampuan sosial peserta didik atlet. Program kokurikuler tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kegiatan akademik, tetapi juga sebagai sarana pengembangan karakter dan integrasi sosial di lingkungan sekolah.