Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan social awareness siswa kelas X E1 SMAN 4 Sumatera Barat (Keberbakatan Olahraga) melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media TikTok. Rendahnya kesadaran sosial siswa ditandai oleh sikap individualis, minimnya empati, dan ketidakaktifan dalam diskusi kelompok selama pembelajaran Sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing dua pertemuan. Subjek penelitian ditetapkan menggunakan teknik total sampling, yaitu seluruh 39 peserta didik kelas X E1. Data dikumpulkan melalui lembar observasi berskala Likert 1–4 yang mencakup 9 aspek dari tiga dimensi social awareness yaitu empati, kesadaran berorganisasi, dan orientasi pelayanan. Validitas instrumen diuji melalui expert judgment dengan persentase kelayakan 89,29% (kategori valid). Analisis data kuantitatif menggunakan rumus persentase untuk mengukur capaian tiap indikator dan klasikal, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman, 1994). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten dengan rata-rata persentase social awareness meningkat dari 29,2% (pra-siklus) menjadi 50,5% (Siklus I, kategori Cukup) dan 72,5% (Siklus II, kategori Baik), melampaui indikator keberhasilan minimal 61%. Peningkatan ini dijelaskan melalui dua kerangka teori yang saling melengkapi konstruktivisme sosial Vygotsky, di mana PBL memfasilitasi pembentukan social awareness melalui kolaborasi dalam Zone of Proximal Development (ZPD), serta teori Pembelajaran Sosial Bandura, di mana konten TikTok yang dikurasi secara pedagogis mendorong internalisasi nilai empati melalui observational learning. Disimpulkan bahwa model PBL berbantuan media TikTok efektif meningkatkan social awareness peserta didik dan dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif di sekolah berbasis keberbakatan olahraga.