Buah tengkawang merupakan salah satu jenis hasil hutan yang terdapat di Kalimantan Barat. Tengkawang adalah buah dari pohon Shorea/ meranti-merantian yang bijinya dapat menghasilkan minyak tengkawang. Proses mengeluarkan kandungan minyak tengkawang dari biji tengkawang memerlukan banyak tenaga karena alat tradisional yang digunakan belum efisien. Alat tradisional yang digunakan material utama berupa kayu. Bagian yang mendapat porsi tekanan tinggi menggunakan kayu belian atau yang biasa di kenal sebagai kayu besi. Prinsip kerja alat dengan titik tumpu di ujung papan penekan dan beban berupa tengkawang yang telah dikukus berada diantara titik usaha dan titik tumpu. Penggerak yang digunakan sangat sederhana berupa pasak yang menekan kedua bilah papan agar saling menjepit. Pasak digerakan dengan cara dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari potongan kayu yang cukup berat. Alat tradisional ini dapat mengeluarkan kandungan minyak dari biji tengkawang, namun alat ini belum efisien dan memenuhi aspek ergonomis. Maka, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah melalui rancang bangun alat yang bisa mengubah usaha yang kecil dari pekerja menjadi gaya tekan yang cukup kuat untuk mengeluarkan minyak tengkawang, namun tetap memperhatikan aspek antropometri dan ergonomi sehingga dapat mengurangi dampak resiko pada otot skeletal, Rancang bangun alat press minyak biji tengkawang juga harus dapat meningkatkan produktivitas dari segi waktu maupun minyak yang dihasilkan.Metode yang akan digunakan untuk mengurangi dampak resiko pada otot skeletal adalah metode Nordic Body Map (NBM) dan pendekatan Anthropometri.. Metode ini melakukan pemetaan bagian organ gerak berdasarkan tingkat resiko sehingga dapat dilakukan perbaikan sistem kerja dengan tepat sasaran. Sistem yang digunakan pada alat untuk mengurangi gaya yang dikeluarkan saat proses pengepressan mengunakan sistem hidrolik. Sistem ini dipilih karena kapasitas daya tekan yang tinggi dan kemudahan dalam pengoperasiannyaHasil perancangan yang dibuat berdasarkan antropometri pengguna dengan persentil 5, 50 dan 95 dan di bangun dengan bahan yang berstandar food grade. Pengujian produk yang telah dilakukan, membutuhkan waktu selama 60 menit untuk mengepress biji tengkawang seberat 5Kg. Dengan jangka waktu pengepressan 60 menit alat press hidrolik mampu meningkatkan produktivitas sebesar 9 % dari yang dihasilkan alat tradisional. Berdasarkan perbandingan data Nordic Body Map (NBM) terjadi penurunan Terjadi tingkat resiko otot skeletal yang sebelumnya menyentuh angka 37 menjadi hanya 25.Kata kunci : Alat Press, Anthropometri, Hidrolik, Minyak Tengkawang, dan NBM