Arah kiblat merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan ibadah salat yang dapat ditentukan melalui berbagai metode astronomis dalam kajian ilmu falak. Namun, pengenalan ilmu falak kepada masyarakat tidak selalu disertai dengan pemahaman mengenai fenomena astronomi yang menjadi dasar penentuan arah kiblat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dan penerapan praktis Rashdul Qiblat kepada masyarakat Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri melalui pendekatan edukasi dan pengamatan langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Juli 2026 dengan melibatkan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Jombang sebagai mitra serta diikuti oleh sekitar 40 peserta. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, persiapan lokasi pengamatan, pendirian tongkat sebagai objek pembentuk bayangan, pengamatan bayangan Matahari pada sekitar pukul 16.27 WIB, serta diskusi dan tanya jawab. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan sarana sederhana berupa tongkat dan waterpass sehingga peserta dapat melihat secara langsung hubungan antara posisi Matahari, pembentukan bayangan, dan penentuan arah kiblat. Evaluasi kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui observasi terhadap keterlibatan peserta selama praktik, diskusi dan tanya jawab, serta tanggapan peserta setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif, terlibat dalam proses pengamatan, dan menunjukkan pemahaman melalui pertanyaan serta tanggapan yang disampaikan selama diskusi. Pengamatan tersebut memperkenalkan kepada peserta hubungan astronomis antara posisi Matahari, pembentukan bayangan, dan penentuan arah kiblat. Penggunaan sarana sederhana berupa tongkat dan waterpass memungkinkan fenomena astronomi diperlihatkan secara langsung tanpa mengharuskan peserta melakukan perhitungan astronomis. Kegiatan memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengamati dan memahami penerapan Rashdul Qiblat sebagai salah satu metode dalam ilmu falak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengamatan langsung dapat digunakan sebagai pendekatan yang mudah diterapkan untuk memperkenalkan ilmu falak kepada masyarakat serta menghubungkan pengetahuan astronomi dengan kebutuhan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.