Penelitian ini bertujuan menghasilkan website Angiolife yang valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran materi angiospermae berbasis keanekaragaman tumbuhan endemik guna meningkatkan HOTS peserta didik. Penelitian menggunakan metode R&D dengan model ADDIE serta desain one-group pretest-posttest. Tahap uji coba penelitian dilaksanakan di kelas X.1 SMA Hang Tuah 4 Surabaya dengan melibatkan 25 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik validasi, angket, tes, dan observasi dengan instrumen berupa lembar validasi, angket, observasi, dan tes. Website Angiolife merupakan media pembelajaran digital interaktif pertama yang mengangkat angiospermae endemik sebagai materi untuk meningkatkan HOTS peserta didik melalui serangkaian misi pembelajaran. Website Angiolife memperoleh validitas media sebesar 0,93 (validitas tinggi) dan validitas materi sebesar 0,94 (validitas tinggi). Kepraktisan mencapai 93,33% (sangat praktis) berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran dan 92% (sangat praktis) berdasarkan respon peserta didik. Keefektifan ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar berdasarkan N-Gain sebesar 0,73 (tinggi), perbedaan signifikan antara pretest dan posttest berdasarkan Wilcoxon Test (Sig. = 0,000 < α 0,05), serta ketercapaian indikator HOTS sebesar 0,90 (sangat tinggi) dan signifikansinya berdasarkan Wilcoxon Test (Sig. = 0,000 < α 0,05). Analisis korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara hasil aktivitas misi dan peningkatan HOTS dengan aspek C4 bernilai rs = -0,163; Sig. 0,435, aspek C5 bernilai rs = 0,124; Sig. 0,554, dan C6 rs = 0,229; Sig. 0,271. Secara keseluruhan, website Angiolife berhasil memenuhi kriteria validitas dan kepraktisan, tetapi belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan high order thinking skills peserta didik pada materi angiospermae berbasis keanekaragaman tumbuhan endemik karena pengaruh faktor lain dari peserta didik.