Geometri analitik merupakan salah satu materi matematika yang dianggap sulit oleh sebagian besar peserta didik karena menuntut kemampuan visualisasi dan pemahaman hubungan erat antara konsep aljabar dan geometri. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam menentukan langkah penyelesaian yang tepat serta memahami makna dari hasil perhitungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran transformasi geometri, yang meliputi translasi, rotasi, refleksi, dan dilatasi, dalam mengembangkan metode penyelesaian soal geometri analitik menjadi lebih sederhana, sistematis, dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis konten. Subjek penelitian berupa berbagai sumber pustaka seperti buku teks, jurnal ilmiah, dan dokumen kurikulum yang relevan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar analisis materi dan pedoman pengkajian konsep matematika. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui tahap pengumpulan sumber, reduksi data, penyajian informasi, hingga penarikan kesimpulan, sedangkan analisis data dilakukan dengan cara membandingkan metode penyelesaian konvensional dengan metode yang memanfaatkan prinsip transformasi geometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan transformasi geometri mampu menyederhanakan bentuk persamaan, mengubah posisi objek geometri menjadi posisi yang lebih mudah dihitung, serta memberikan makna visual terhadap setiap langkah penyelesaian. Hal ini berdampak positif pada efisiensi perhitungan dan penguatan pemahaman konsep siswa. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi konsep transformasi dalam pembelajaran geometri analitik sangat disarankan agar siswa tidak hanya terampil secara hitungan, tetapi juga memiliki wawasan geometris yang kuat dan mampu mengembangkan cara berpikir yang luwes dalam memecahkan masalah matematika.