Wahyu Handoyo
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Workplace Stretching Exercise terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Weaving Ulfa Nurullita; W Muhammad Surya Putra; Wahyu Handoyo
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.3.207-216.2026

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang sering terjadi akibat postur statis, gerakan repetitif, dan tuntutan fisik, salah satunya dialami oleh pekerja weaving di industri tekstil. Workplace Stretching Exercise (WSE) merupakan intervensi sederhana dan aplikatif untuk membantu mengurangi keluhan MSDs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh WSE terhadap keluhan MSDs pada pekerja weaving di industri tekstil. Desain penelitian ini adalah kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest pada 58 pekerja weaving. Keluhan MSDs diukur menggunakan Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ) sebelum dan sesudah intervensi. WSE dilakukan selama 8–10 menit, satu kali sehari selama lima hari berturut-turut, dan terdiri dari 24 gerakan peregangan pada leher, bahu, lengan, tangan, punggung, dan kaki. Perbedaan skor MSDs dianalisis menggunakan paired t-test dengan tingkat signifikansi 5%. Rata-rata skor keluhan MSDs menurun dari 88,026 ± 19,590 sebelum intervensi menjadi 45,328 ± 11,570 setelah intervensi, dengan penurunan sebesar 42,698 poin (48,5%). Proporsi keluhan kategori sangat tinggi menurun dari 51,7% menjadi 0%, sedangkan kategori rendah meningkat menjadi 70,7%. Nilai p paired t-test adalah 0,000 sehingga terdapat perbedaan bermakna pada skor MSDs sebelum dan sesudah intervensi. WSE secara signifikan menurunkan keluhan MSDs pada pekerja weaving dan berpotensi menjadi intervensi ergonomi yang sederhana, singkat, dan mudah diterapkan.