Kompleksitas pengawasan sektor minyak dan gas bumi (migas) menuntut penguatan kompetensi Inspektur Migas sebagai jabatan fungsional berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesenjangan kompetensi Inspektur Migas pada setiap jenjang jabatan serta merumuskan model analisis kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi yang adaptif dan berjenjang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui analisis dokumen regulasi, standar kompetensi jabatan, dan wawancara mendalam terhadap Inspektur Migas serta asesor kompetensi teknis di lingkungan Kementerian ESDM. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan kompetensi berkembang secara progresif seiring peningkatan jenjang jabatan. Pada level awal, kesenjangan dominan terkait penguasaan teknologi inspeksi dan pemahaman risiko operasional, sedangkan pada jenjang lebih tinggi bergeser pada kemampuan pengambilan keputusan strategis, manajemen risiko terintegrasi, dan kepemimpinan organisasi. Penelitian ini menghasilkan Model Analisis Kebutuhan Pelatihan Modular Berjenjang (M-AKP Migas) yang dirancang berdasarkan karakteristik kompetensi dan kompleksitas tugas pada setiap jenjang jabatan. Model ini mengintegrasikan pendekatan competency-based training, perspektif high reliability organizations, dan blended learning dalam pengembangan SDM sektor publik berisiko tinggi. Temuan penelitian diharapkan menjadi dasar penyusunan program pelatihan yang lebih adaptif, terstruktur, dan berorientasi karier bagi Inspektur Migas.