The East Java Province Pesantren and Diniyah Development Board (LPPD) Scholarship Program is a strategic policy of the East Java Provincial Government, established under Governor Regulation No. 41 and No. 43 of 2023, to facilitate the improvement of academic qualifications among pesantren cadres, diniyah teachers, and lecturers at religious higher education institutions. This study aims to analyze the effectiveness of the LPPD East Java scholarship program and identify its supporting and inhibiting factors, using the five dimensions of Sutrisno Edi's (2007) program effectiveness theory, namely program understanding, target accuracy, timeliness, goal achievement, and tangible change. This descriptive qualitative study was conducted from September to November 2025 through observation, in-depth interviews with 12 informants, and documentation, analyzed using the Miles and Huberman model and validated through triangulation. The findings show that the program has generally run effectively. Program understanding was disseminated transparently through digital media. Target accuracy was high, marked by an increase in recipients from 461 in 2023 to 685 in 2024 and 725 in 2025. Goal achievement and tangible change were evident in improved graduate competencies and enhanced religious leadership capacity. However, timeliness still faced administrative constraints and fund disbursement scheduling issues. Key supporting factors included strong regulation and consistent local budget commitment, while inhibiting factors included limited quotas and applicants' administrative constraints. Increasing quotas and aligning fund disbursement schedules are needed to improve the program's future effectiveness. Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur merupakan kebijakan strategis Pemerintah Jawa Timur, diatur melalui Peraturan Gubernur No. 41 dan No. 43 Tahun 2023, untuk memfasilitasi peningkatan kualifikasi akademik kader pesantren, guru madrasah diniyah, dan dosen perguruan tinggi keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program beasiswa LPPD Jawa Timur serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, menggunakan lima dimensi teori efektivitas program Sutrisno Edi (2007) yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan pada September–November 2025 melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 12 informan, dan dokumentasi, dianalisis dengan model Miles dan Huberman dan diuji melalui triangulasi. Hasil menunjukkan program secara umum berjalan efektif. Pemahaman program tersosialisasi transparan secara digital. Ketepatan sasaran akurat, ditandai peningkatan penerima dari 461 orang pada 2023 menjadi 685 orang pada 2024 dan 725 orang pada 2025. Tujuan tercapai dan perubahan nyata terlihat dari peningkatan kompetensi lulusan serta kapasitas kepemimpinan keagamaan. Namun, ketepatan waktu masih terkendala administrasi dan penyesuaian jadwal pencairan dana. Faktor pendukung utama meliputi regulasi kuat dan komitmen anggaran daerah. Faktor penghambat mencakup keterbatasan kuota dan kendala administrasi peserta. Penambahan kuota dan penyelarasan jadwal pencairan dana diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program mendatang.