Pendidikan karakter pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah memiliki posisi strategis karena peserta didik berada pada fase perkembangan ketika kebiasaan, orientasi moral, dan identitas keagamaan mulai terbentuk secara lebih stabil. Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di Madrasah Ibtidaiyah melalui integrasi pembelajaran, budaya madrasah, keteladanan, pembiasaan, kegiatan keagamaan, dan kemitraan dengan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah artikel jurnal yang relevan mengenai pendidikan karakter, budaya sekolah/madrasah, pendidikan Islam, serta pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi yang efektif tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial keagamaan, tetapi memerlukan keterpaduan antara perencanaan nilai, proses pembelajaran, praktik keseharian, keteladanan pendidik, penguatan perilaku, dan evaluasi perkembangan karakter. Nilai religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, kesantunan, kerja sama, dan kemandirian dapat dikembangkan melalui pengalaman yang konsisten dalam kehidupan madrasah. Budaya madrasah menjadi medium penting karena memungkinkan nilai Islam hadir sebagai pengalaman sosial yang terus berulang. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi konsistensi guru, dukungan kepala madrasah, keterlibatan orang tua, lingkungan pergaulan, serta kemampuan madrasah merespons tantangan digital. Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam perlu ditempatkan sebagai sistem pendidikan yang menyatu dengan seluruh aktivitas Madrasah Ibtidaiyah, bukan sebagai program tambahan yang terpisah dari proses pembelajaran dan kehidupan peserta didik.