Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam melalui Keteladanan dan Pembiasaan dalam Pembentukan Karakter Anak Irpan
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.4615

Abstract

Pembentukan karakter anak merupakan proses pendidikan yang tidak cukup berhenti pada transfer pengetahuan moral, tetapi memerlukan proses internalisasi sehingga nilai menjadi bagian dari cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Paper ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam melalui keteladanan dan pembiasaan dalam pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur pendidikan Islam, pendidikan karakter, teori belajar sosial, serta hasil penelitian relevan. Analisis menunjukkan bahwa nilai pendidikan Islam dapat dipetakan ke dalam dimensi akidah, ibadah, dan akhlak, yang kemudian diinternalisasikan melalui tiga proses utama: transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Keteladanan berfungsi menghadirkan model konkret yang dapat diamati dan ditiru anak, sedangkan pembiasaan membentuk pola perilaku melalui pengulangan yang konsisten. Integrasi keduanya memperkuat karakter religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan mandiri. Efektivitas proses ini ditentukan oleh konsistensi figur dewasa, kesinambungan antara keluarga dan sekolah, penguatan positif, lingkungan sosial, serta kemampuan melakukan refleksi sesuai tahap perkembangan anak. Dengan demikian, internalisasi nilai pendidikan Islam melalui keteladanan dan pembiasaan perlu dirancang sebagai budaya pendidikan yang hidup, berulang, dan kontekstual, bukan sebagai kegiatan seremonial semata.
Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Islam di Madrasah Ibtidaiyah Irpan
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Febuary 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i2.4616

Abstract

Pendidikan karakter pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah memiliki posisi strategis karena peserta didik berada pada fase perkembangan ketika kebiasaan, orientasi moral, dan identitas keagamaan mulai terbentuk secara lebih stabil. Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di Madrasah Ibtidaiyah melalui integrasi pembelajaran, budaya madrasah, keteladanan, pembiasaan, kegiatan keagamaan, dan kemitraan dengan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah artikel jurnal yang relevan mengenai pendidikan karakter, budaya sekolah/madrasah, pendidikan Islam, serta pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi yang efektif tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial keagamaan, tetapi memerlukan keterpaduan antara perencanaan nilai, proses pembelajaran, praktik keseharian, keteladanan pendidik, penguatan perilaku, dan evaluasi perkembangan karakter. Nilai religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, kesantunan, kerja sama, dan kemandirian dapat dikembangkan melalui pengalaman yang konsisten dalam kehidupan madrasah. Budaya madrasah menjadi medium penting karena memungkinkan nilai Islam hadir sebagai pengalaman sosial yang terus berulang. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi konsistensi guru, dukungan kepala madrasah, keterlibatan orang tua, lingkungan pergaulan, serta kemampuan madrasah merespons tantangan digital. Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam perlu ditempatkan sebagai sistem pendidikan yang menyatu dengan seluruh aktivitas Madrasah Ibtidaiyah, bukan sebagai program tambahan yang terpisah dari proses pembelajaran dan kehidupan peserta didik.