Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Kabupaten Majene berdampak pada meningkatnya prevalensi penyakit kronis serta kompleksitas terapi obat yang dijalani sehingga berpotensi menimbulkan efek samping obat dan interaksi antarobat yang dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko rawat inap. Diperlukan kegiatan monitoring terapi obat secara berkesinambungan untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan pada kelompok lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat pada 50 lansia prolanis yang menderita hipertensi dan diabetes melitus, serta mengevaluasi kepatuhan, efek samping, dan perubahan perilaku kesehatan pasien dalam pengelolaan penyakitnya. Studi ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan metode wawancara terstruktur dengan mengisi formulir monitoring obat yang telah disediakan dan telaah catatan medis pasien di fasilitas pelayanan kesehatan primer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat pada pasien hipertensi dan diabetes melitus sudah cukup baik dari sisi kepatuhan dan keamanan. Mayoritas pasien meminum obat secara teratur, jarang mengalami keluhan, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pengendalian penyakit kronis. Namun, sebagian pasien juga berhasil mempertahankan kondisi kesehatan yang stabil tanpa obat melalui penerapan pola hidup sehat. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pengelolaan penyakit kronis dan tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi juga menekankan peran gaya hidup, edukasi, serta dukungan sosial dalam mencapai kualitas hidup yang optimal bagi lansia.