ABSTRAK Sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) merupakan solusi infrastruktur perkotaan yang mandiri dan ramah lingkungan untuk menekan beban konsumsi energi fosil serta efisiensi anggaran daerah. Kegiatan penelitian dan kerja praktik ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik sarana prasarana, mengukur intensitas pencahayaan (lux), serta menganalisis efisiensi konsumsi energi listrik dan biaya operasional pada sistem PJUTS di ruas Jalan Dr. Sujono, Kota Mataram. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung kondisi fisik tiang dan armatur, inventarisasi komponen, serta pengukuran intensitas pencahayaan aktual menggunakan alat lux meter pada malam hari. Berdasarkan hasil survei di ruas jalan sepanjang 4,3 km tersebut, terdapat total 95 tiang galvanis di median jalan yang menopang 190 unit lampu LED daya 120 Watt. Hasil pengukuran menunjukkan intensitas cahaya berkisar antara 26,64 lux hingga 85,5 lux, yang secara keseluruhan telah memenuhi dan melampaui standar minimum jalan arteri berdasarkan SNI 7391:2008 (20–30 lux). Dari hasil analisis kelistrikan dengan durasi menyala 12 jam per hari, total konsumsi energi yang berhasil dihemat oleh sistem mandiri ini adalah sebesar 273,6 kWh/hari, 8.208 kWh/bulan, dan 98.496 kWh/tahun. Dengan tarif dasar listrik PJU sebesar Rp1.699/kWh, implementasi PJUTS ini memberikan nilai efisiensi penghematan biaya operasional bagi Dinas Perhubungan Kota Mataram sebesar Rp464.846,4 per hari, Rp13.945.392 per bulan, dan Rp167.344.704 per tahun karena memanfaatkan energi surya yang tidak berbayar. Kata kunci: (PJUTS; Lampu LED 120 W; Intensitas Cahaya; Lux Meter; Efisiensi Energi.) ABSTRACT The Solar-Powered Public Street Lighting (PJUTS) system serves as a self-sufficient, eco-friendly urban infrastructure solution designed to reduce reliance on fossil-fuel-based energy and improve local budget efficiency. This research and practical study aimed to assess the physical condition of the infrastructure, measure illumination intensity (lux), and analyze electrical energy consumption efficiency and operational costs for the PJUTS system along the Dr. Sujono Road section in Mataram City. The methodology involved direct observation of the physical condition of poles and luminaires, an inventory of components, and nighttime measurement of actual illumination intensity using a lux meter. The survey of this 4.3-kilometer road section revealed a total of 95 galvanized poles situated in the road median, supporting 190 LED light units (120 Watts each). Measurement results indicated illumination levels ranging from 26.64 lux to 85.5 lux; overall, these figures met and exceeded the minimum standards for arterial roads set by SNI 7391:2008 (20–30 lux). Electrical analysis based on a 12-hour daily operating period showed that this self-sufficient system achieved energy savings of 273.6 kWh/day, 8,208 kWh/month, and 98,496 kWh/year. Given the standard electricity tariff for public street lighting of Rp1,699/kWh, the implementation of this PJUTS system yields operational cost savings for the Mataram City Transportation Agency amounting to Rp464,846.4 per day, Rp13,945,392 per month, and Rp167,344,704 per year, thanks to the utilization of free solar energy. Keywords : (Solar-powered street lighting; 120 W LED lamp; Light intensity; Lux meter; Energy efficiency.