This Author published in this journals
All Journal LIMNOTEK
Muhammad Badjoeri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KUALITAS AIR PADA UJI PEMBESARAN LARVA IKAN SIDAT (Anguilla spp.) DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN YANG BERBEDA Tri Suryono; Muhammad Badjoeri
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 20 No. 2 (2013)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2013.13267

Abstract

Ikan sidat (Anguilla spp.) merupakan ikan bernilai ekonomis penting. Beberapa Negara seperti Jepang, Korea dan Negara-negara di Eropa merupakan pangsa pasar ikan sidat yang potensial. Penyebaran ikan ini di Indonesia sangat luas, salah satunya perairan Danau Poso Sulawesi Tengah. Stok ikan sidat memiliki keterbatasan karena belum dapat dikembangbiakkan dengan sistem budidaya, sehingga ketersediaannya sangat tergantung dari alam. Sampai saat ini aktivitas perikanan terhadap ikan sidat adalah kegiatan pembesaran sampai ukuran bernilai ekonomis. Penelitian dilakukan dari Mei-September 2012 di Pusat Penelitian Limnologi LIPI. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi kualitas air pada sistem pemeliharaan yang sesuai untuk pembesaran larva ikan sidat. Pembesaran larva sidat menggunakan dua sistem pemeliharaan, yaitu sistem bak air diam (kubus) dan bak air mengalir ( raceway) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter konduktivitas (p=0,047), Nitrit (p=0,004), Suhu (p=0,046), Pospat (p=0,049) serta Total Pospat (p=0,032) menunjukkan perbedaan nyata pada dua sistem pemeliharaan tersebut. Hasil analisis PCA menunjukkan pertumbuhan berat (W) dan panjang (L) larva sidat dipengaruhi oleh konsentrasi DO, Suhu, TP, PO4 dan NH4. Rata-rata pertumbuhan panjang larva sidat pada bak air diam 65,59 % (3,19 cm) sedangkan pada bak air mengalir 65,92 % (3,25 cm). Rata-rata pertumbuhan berat larva sidat pada bak air diam 384,49 % (0,756 gr), sedangkan pada bak air mengalir 412,72 % (0,796 gr). Hasil ini menunjukkan bahwa bak uji air mengalir lebih baik untuk pemeliharaan atau pembesaran larva ikan sidat.
Kelimpahan dan Sebaran Bakteri Heterotrofik di Danau Rawa Banjiran Sebangau, Kalimantan Tengah Muhammad Badjoeri
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 25 No. 1 (2018)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2018.13348

Abstract

Abstrak Danau-danau di Kalimantan Tengah umumnya berupa danau rawa banjiran (oxbow lakes, floodplain lakes dan wetlands).Danau-danau tersebut merupakan sumber daya perikanan  potensial. Ekologi mikroba di danau rawa banjiran masih sedikit dipahami. Bakteri heterotrofik berperan penting dalam proses perombakan dan reminerasisasi unsur hara di danau. Penelitian bertujuan mengetahui profil kelimpahan bakteri heterotrofik di danau rawa banjiran, Kalimantan Tengah. Hasil analisis menunjukkan kelimpahan bakteri di danau rawa banjiran di musim hujan lebih tinggi dibanding musim kemarau. Kelimpahan bakteri tertinggi di D. Sebangau (340 x 103 sel upk.ml-1, musim hujan dan 321 x 103 upk.ml-1, musim kemarau) karena wilayah Sebangau merupakan daerah padat penduduk dan aktivitas manusia. Pada kondisi banjir S. Sebangau membentuk danau paparan banjir yang cukup luas mengakibatkan vegetasi riparian disekitarnya  terendam sehingga membusuk dan merupakan sumber bahan organik autochtonous. Kelimpahan terendah di D. Jalan Pangen (69 x103 sel upk.ml-1 dimusim hujan dan 45 x 103 sel upk.ml-1 dimusim kemarau), hal ini karena pH air D. Jalan Pangen sangat rendah (pH 3,4)  diduga jenis bakteri asam atau yang telah beradaptasi yang hidup di perairan tersebut. Kelimpahan bakteri di D. Hurung (142-181 x 103 sel upk.ml-1), D. Batu (169-183 x 103 sel upk.ml-1), D. Tehang (153-162x103 sel upk.ml-1) dan D. Purun (197-201 x 103 upk.ml-1) relatif sama. Konsentrasi total nitrogen (TN) di D. Sebangau cukup tinggi (0,50 - 0,82 mg.l-1) sedangkan amonia, nitrit dan nitrat relatif rendah menunjukkan aktivitas perombakan nitrogen organik oleh bakteri dan masih didukung konsentrasi oksigen terlarut (DO 3,1-7,0 mg.l-1) untuk berlangsungnya proses amonifikasi dan nitrifikasi di danau. Kata Kunci: Danau rawa banjiran, kelimpahan, bakteri heterotrofik