This Author published in this journals
All Journal LIMNOTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : limnotek

KARAKTERISTIK KOMUNITAS DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI DANAU TALAGA, SULAWESI TENGAH Yayuk Sugianti; Masayu Rahmia Anwar; Krismono Krismono
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 22 No. 1 (2015)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2015.13297

Abstract

Danau Talaga adalah danau yang berhubungan langsung dengan laut melalui sungai sepanjang ± 1 km. Danau ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kegiatan sehari-hari sehingga menimbulkan pencemaran yang dapat menurunkan kualitas perairannya. Kajian mengenai struktur komunitas merupakan suatu konsep yang mempelajari komposisi spesies dan kelimpahanya, dalam hal ini fitoplankton. Fitoplankton merupakan tumbuhan planktonik yang bebas melayang dan hanyut serta mampu berfotosintesis. Kemampuan fitoplankton yang dapat berfotosintesis dan menghasilkan senyawa organik membuat fitoplankton disebut sebagai produsen primer. Penelitian dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juli dan Oktober 2013 di 9 (Sembilan) titik sampling. Parameter yang digunakan adalah parameter utama yaitu komposisi dan kelimpahan fitoplankton dan parameter pendukung fisika-kimia perairan : pH, turbiditas, konduktivitas, suhu, kecerahan, DO, dan nutrien. Hasil pengamatan diperoleh 39 genus fitoplankton yaitu filum Chrysophyta (14 genus), hlorophyta (18 genus), Cyanophyta (5 genus) dan Dinophyta (2 genus). Kelimpahan fitoplankton di Danau Talaga selama pengamatan berkisar antara 5,3 x 10³-8,9 x 10âµÂ sel/l, dengan puncak kelimpahan fitoplankton tertinggi di bulan Mei. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di Danau Talaga selama pengamatan berkisar antara 0,91-2,21, menunjukkan bahwa kondisi komunitasfitoplankton di Danau Talaga berada pada stabilitas komunitas biota sedang atau kualitas air tercemar sedang. Nilai koefisien saprobik di Danau Talaga sebesar 0,46. Hal ini menunjukkan bahwa perairan tersebut dalam fase β/α mesosaprobik, tercemar sedang.
Spesies Ikan Sidat (Anguilla spp.) dan Karakteristik Habitat Ruayanya di Sungai Cikaso, Sukabumi, Jawa Barat Yayuk Sugianti; Masayu Rahmia Anwar Putri; Sri Endah Purnamaningtyas
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 27 No. 1 (2020)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2020.13374

Abstract

Muara sungai menjadi tempat awal yang penting untuk ikan Sidat beruaya ke perairan sungai. Beberapa muara sungai yang ada di pesisir pantai Sukabumi menjadi daerah aktivitas penangkapan ikan Sidat yang tinggi, salah satunya adalah Sungai Cikaso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat ikan Sidat dan faktor kualitas air yang memengaruhi kehidupan ikan Sidat di Sungai Cikaso. Penelitian dilakukan pada musim hujan (Maret 2019) dan musim kemarau (Agustus 2019). Penangkapan benih ikan Sidat menggunakan alat tangkap sirib dan ikan Sidat dewasa menggunakan alat tangkap bubu, pancing, jamparing dan kopyokan, serta pengamatan kualitas air dilakukan di tujuh stasiun penelitian yang dilalui selama ikan Sidat beruaya. Benih ikan Sidat diidentifikasi secara morfometrik dan perbedaan pigmentasi warna diamati di bagian sirip ekor. Dua spesies ikan Sidat ditemukan selama penelitian, yaitu Anguilla bicolor bicolor dan Anguilla marmorata yang teridentifikasi dari fase benih hingga ikan Sidat dewasa. Sebaran ikan Sidat di sepanjang Sungai Cikaso selama penelitian ditemukan dalam empat stadia siklus hidup, yaitu benih ikan Sidat, ikan Sidat berpigmen, ikan Sidat muda, dan ikan Sidat dewasa. Secara keseluruhan, ketujuh stasiun penelitian mempunyai karakteristik habitat perairan yang sama dalam mendukung kehidupan ikan Sidat. Keberadaannya di perairan dicirikan oleh parameter kualitas air seperti suhu air, kekeruhan, TDS, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, alkalinitas, dan pH perairan. Namun, fenomena muara sungai yang tertutup pada saat musim kemarau menyebabkan air sungai tidak mengalir menuju ke laut. Kondisi ini sangat memengaruhi pola ruaya ikan Sidat, yaitu menghambat pergerakan benih ikan Sidat dari laut menuju ke sungai. Oleh karena itu, solusi perlu dicari agar ruaya semua spesies ikan Sidat yang masuk ke Sungai Cikaso tetap terjaga.
Identifikasi Alat-Alat Tangkap Ikan Sidat (Anguilla spp.) dan Hubungannya dengan Hasil Tangkapan di Sungai Cikaso Yayuk Sugianti
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 28 No. 2 (2021)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2021.13390

Abstract

Identification of Fishing Gears for Eel (Anguilla spp.) and Their Relationship to Catches in the Cikaso River. The Cikaso River is one of the rivers on the south coast of Sukabumi that has a relatively high abundance of eel. So, it is very potential as a fishing location. Fishermen have been operating various types of eel fishing gear in this river. This study identified different types of fishing gear used to catch eels in the Cikaso River, Sukabumi Regency, West Java. This identification is expected to be helpful for the sustainability of eel and fisheries policy in this area. The research was conducted using a survey method from March to August 2019 at seven research stations along the Cikaso River, which included the part of the river traversed by eels of various stadia. Data were collected through direct observation at the research sites to determine the distribution of fishing gear, equipment design and construction, fishing grounds, operating methods, and catches. In addition, interviews with fishermen through questionnaires were conducted to assess the level of environmental friendliness of the fishing gear used. The information generated from this research is that the eel catches in the Cikaso River consisted of glass eel, elver, yellow eel, and silver eel, which were scattered along the river. The adult eel species found during the study were Anguilla bicolor bicolor and Anguilla marmorata. The fishing gear used in the Cikaso River consisted of betel, sodok, bubu, kopyokan, jamparing, and fishing rods. Considering the exploitation of eel resources on the south coast of Sukabumi, many policies to support eel management have been issued. With these regulations and synergies from different parties, it is hoped that preserving eels in nature can support the lives of coastal fishermen.