This Author published in this journals
All Journal LIMNOTEK
Livia Rossila Tanjung
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : limnotek

MOLUSKA DANAU MANINJAU: KANDUNGAN NUTRISI DAN POTENSI EKONOMISNYA Livia Rossila Tanjung
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 22 No. 2 (2015)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2015.13301

Abstract

Danau Maninjau terkenal dengan kerangnya yang disebut pensi (Corbicula moltkiana dan Corbicula javanica) yang diolah secara tradisional sebagai makanan selingan yang khas. Pensi sudah menjadi sumber daya perairan bernilai ekonomis yang diperjualbelikan di pasar-pasar sekitar Danau Maninjau. Selain pensi, langkitang (Brotiasumatrensis dan Melanoides tuberculata) juga menjadi makanan favorit bagi penduduk di daerah tersebut. Sebaliknya, keong tutut (Filopaludina javanica) dan kijing taiwan (Anodonta woodiana) yang banyak ditemukan di sekitar danau ini tidak dijadikan sebagai salah satu sumber makanan bagi masyarakat setempat. Tulisan ini ditujukan untuk mengetahui kandungan nutrisi dan nilai ekonomis keempat komoditas tersebut. Untuk itu, dilakukan pengambilan sampel keempat komoditas tersebut dari Danau Maninjau pada bulan Oktober 2013 dan April 2014 dan dilakukan analisis proksimat, mineral dan asam amino. Hasilnya menunjukkan bahwa keempat komoditas tersebut memiliki kandungan protein yang tinggi, berkisar dari 5,2% (kijing) sampai 9,5% (langkitang) dari berat basahnya. Kandungan lemaknya cukup rendah (1,3-2,7% berat basah). Keempat komoditas mengandung semua mineral yang diuji (Ca, Fe dan P). Kijing mengandung besi dan fosfor tertinggi (0,148% dan 0,612%), sedangkan kandungan kalsium tertinggi ada pada tutut (2,023%). Dengan kandungan protein yang tinggi dan kaya mineral kijing dan tutut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pilihan makanan bergizi dan sumber peningkatan ekonomi bagi penduduk di daerah Maninjau. Pensi yang sangat populer di daerah Maninjau ternyata memiliki kandungan nutrisi yang lebih rendah daripada kijing dan tutut.
KERAPATAN POPULASI MAKROFITA BERPENGARUH TERHADAP KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MIKROALGA EPIFITON DI DANAU TEMPE Nofdi Nofdianto; Livia Rossila Tanjung
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 26 No. 2 (2019)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2019.13369

Abstract

Danau paparan banjir seperti Danau Tempe memiliki potensi perikanan air tawar cukup besar karena didukung oleh keunikan dalam hal produktivitasnya. Selain berfungsi sebagai komponen utama dalam produktivitas danau dan sebagai feeding ground bagi berbagai spesies ikan, tanaman air atau makrofita yang tumbuh subur di pinggir danau juga merupakan substrat bagi mikroalga epifiton yang berperan penting dalam produktivitas sekunder danau. Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan bahwa pengendalian kerapatan tumbuh makrofita sebagai substrat mikroalga epifiton penting dilakukan dalam mendukung produktivitas perikanan berbasis ekosistem. Penelitian ini dilakukan di Danau Tempe pada bulan Maret, Mei, dan Juli 2017 terhadap kerapatan makrofita yang berbeda berdasarkan penerimaan cahaya. Sampel berupa batang makrofita dengan panjang 10 cm yang terendam dalam air diambil secara komposit sebanyak 5 batang, lalu disikat untuk mendapatkan mikroalga epifiton. Identifikasi epifiton dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian Limnologi LIPI. Hasilnya menunjukkan bahwa kerapatan tumbuh makrofita berpengaruh negatif terhadap kelimpahan dan keanekaragaman mikroalga epifiton di Danau Tempe. Kerapatan tumbuh berhubungan dengan penerimaan cahaya pada substrat, sehingga makrofita dengan kerapatan rendah memiliki kelimpahan epifiton lebih tinggi dibandingkan makrofita yang tumbuh rapat. Dengan demikian, pengaturan kerapatan makrofita bisa menjadi salah satu strategi dalam pengelolaan kawasan dengan menjaga keberlanjutan populasi epifiton sebagai produsen primer yang penting di perairan danau dangkal seperti Danau Tempe.