Kolam bekas tambang bauksit di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjung Pinang memiliki kandungan besi yang meskipun masih di bawah ambang batas baku mutu, namun berpotensi mengalami biomagnifikasi logam besi. Selain mengandung besi, kolam bekas tambang bauksit tersebut banyak ditumbuhi oleh tumbuhan mencuat yaitu purun (Eleocharis sp.). Air kolam bekas tambang bauksit juga dimanfaatkan warga sekitar untuk mandi dan mencuci. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan purun menyerap besi (Fe) dari air kolam bekas tambang bauksit di Kota Tanjung Pinang. Penelitian dilakukan melalui eksperimen di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap terhadap biomassa purun yang berbeda, yaitu 250 g, 500 g, dan 0 g (kontrol) selama 30 hari. Penelitian ini menunjukkan perbedaan yang nyata antara perlakuan biomassa purun 250 g dan 500 g dalam menyerap besi dari hari ke-0 hingga hari ke-30. Biomassa purun 500 g mampu menyerap besi sebesar 80,1%, sedangkan kemampuan penyerapan besi biomassa purun 250 g hanya 17,1%. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa akar purun lebih efektif dalam menyerap dan menyimpan logam besi daripada bagian batang.