Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Risiko yang Harus Dihadapi Vendor dalam Memenuhi Kebutuhan Permintaan Produk Perishable Bencana Gunung Api Menggunakan Simulasi Monte Carlo Prasetyo, Ikhsan; Cakravastia, Andi
Journal of Research in Industrial Engineering and Management Vol 2 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61221/jriem.v2i2.42

Abstract

As a nation situated within the Pacific Ring of Fire, Indonesia is home to numerous volcanoes. Of the many active volcanoes present, approximately 40% are inadequately monitored. This situation positions Indonesia as one of the countries facing a significant threat from volcanic disasters. One of the critical challenges in disaster management lies in the logistics of disaster relief, particularly in managing perishable food supplies to meet the needs of affected victims. The handling of such logistical items must ensure that no expired products are utilized. One approach to addressing this challenge is to delegate management authority to third parties, specifically vendors who also handle daily demands. This strategy is intended to allow perishable products to be managed through rotation to fulfill all requests while vendors maintain vigilant oversight of existing inventory levels in warehouses. This research aims to evaluate the risks that a vendor must confront when implementing such a collaborative arrangement. The evaluation is conducted using Monte Carlo simulation to determine the optimal scenario that vendors can select. Analysis results indicate that the implementation of Scenario 2, which assumes that a disaster may occur once throughout the planning period, represents the most favorable scenario for vendors. The study underscores the importance of proactive disaster preparedness and efficient resource management in a country prone to volcanic activity. By exploring innovative approaches to logistics and inventory control, stakeholders can enhance their capacity to respond effectively to potential disasters, ultimately contributing to improved disaster resilience in Indonesia.
PENINGKATAN LAYANAN SERVIS MOBIL PADA BENGKEL YYY DENGAN MENURUNKAN JUMLAH ANTRIAN MENGUNAKAN DISCRETE EVENT SIMULATION Muhammad Syafiq Hibatullah; Farid Zahran Fawwas; Ikhsan Prasetyo; Danang Adi Kuncoro
Technologic Vol 17 No 1 (2026): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/technologic.v17i1.529

Abstract

Antrian merupakan permasalahan yang sering terjadi pada layanan bengkel servis mobil YYY, khususnya pada akhir pekan akibat intensitas kedatangan pelanggan yang tinggi melebihi kapasitas pelayanan. Hal ini memicu waktu tunggu dan antrian panjang yang sering kali menyebabkan keluhan hingga pelanggan batal menggunakan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem antrian dan mengevaluasi skenario perbaikan sistem bengkel YYY menggunakan metode discrete event simulation (DES) dengan target penurunan antrian hingga 80%. Meskipun DES telah banyak dilakukan, sebagian besar analisis dilakukan secara parsial tanpa mempertimbangkan efek pada komponen sistem lainnya sehingga pada penelitian ini juga berusaha untuk mengevaluasi hal tersebut. Model sistem antrian disimulasikan menggunakan perangkat lunak Anylogic, sementara data antrian diuji menggunakan SPSS dan Arena. Hasil simulasi terhadap kondisi eksisting menunjukkan terjadinya penumpukan antrian rata-rata sebanyak 14 mobil pada service stall (SS) reguler dan 18 mobil pada area cuci mobil. Sebagai solusi dikembangkan skenario perbaikan yang mengoptimalkan ruang kosong untuk penambahan kapasitas fasilitas SS reguler dan penambahan satu unit stall cuci mobil. Pengujian skenario usulan ini terbukti mampu menurunkan jumlah antrian secara signifikan sekitar 80% hingga 89%. Sehingga kinerja dan stabilitas pelayanan menjadi lebih efisien.