Muhammad Nur Mannan
Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL AJAR IPAS BERBASIS PBL-STEM PADA MATERI ORGAN PERNAPASAN MANUSIA UNTUK SISWA KELAS V SD Bintang Simanullang; Erna Suhartini; Muhammad Nur Mannan; Makmun Makmun; Imam Dardiri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15808

Abstract

This research is motivated by the gap between the demands of the Independent Curriculum which emphasizes innovative learning and the availability of PBL-STEM-based teaching tools at SDN 021 Sungai Kunjang. Learning conditions that are still dominated by conventional methods (teacher-centered) have an impact on the lack of active student participation, so it is necessary to develop teaching modules that are able to trigger critical power and integration between disciplines. This study aims to describe the process of developing the science teaching module on human respiratory organ materials and to determine the feasibility level of the product produced. The method used is Research and Development (R&D) by adapting the 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) model from Thiagarajan (1974), which in its implementation is limited to the develop stage. The limited trial was carried out on 23 students of class V A. Data collection instruments included expert validation sheets, observation sheets on learning implementation, and student response questionnaires. The results of the study showed a very high level of feasibility, evidenced by the average percentage of validation of subject matter experts of 93.5%, linguists of 91%, and media experts of 90%. In addition, the results of observation of learning implementation reached an average of 94% with the very good category, and the student response questionnaire obtained a score of 83.41% with the very good category. Thus, the PBL-STEM-based science teaching module on human respiratory organ material is declared valid and practical to be used in learning in grade V of elementary school, and is effective as a solution to the need for innovative and contextual teaching tools.   ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran inovatif dengan ketersediaan perangkat ajar berbasis PBL-STEM di SDN 021 Sungai Kunjang. Kondisi pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional (teacher-centered) berdampak pada minimnya partisipasi aktif siswa, sehingga diperlukan pengembangan modul ajar yang mampu memicu daya kritis dan integrasi antar disiplin ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan modul ajar IPAS pada materi organ pernapasan manusia serta mengetahui tingkat kelayakan produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dari Thiagarajan (1974), yang dalam pelaksanaannya dibatasi hingga tahap Develop. Uji coba terbatas dilakukan pada 23 siswa kelas V A. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dibuktikan dengan rata-rata persentase validasi ahli materi sebesar 93,5%, ahli bahasa 91%, dan ahli media 90%. Selain itu, hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran mencapai rata-rata 94% dengan kategori sangat baik, serta angket respon siswa memperoleh skor 83,41% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul ajar IPAS berbasis PBL-STEM pada materi organ pernapasan manusia dinyatakan valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran di kelas V SD, serta efektif menjadi solusi atas kebutuhan perangkat ajar yang inovatif dan kontekstual.    
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING BERBASIS STEAM TERHADAP LITERASI SAINS IPAS MATERI ENERGI TERBARUKAN SISWA KELAS VI SDN 021 SUNGAI KUNJANG Nur Qifthiyyah; Sukriadi Sukriadi; Makmun Makmun; Muhammad Nur Mannan; Sotinsia Desi Lastsari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15934

Abstract

The substandard scientific literacy of primary school students remains an ongoing educational challenge, largely triggered by teacher-centered instruction lacking direct experiential engagement. This condition necessitates innovative pedagogical models capable of contextualizing scientific concepts into environmental problem-solving initiatives. This study aims to investigate the differences, effect, and magnitude of scientific literacy enhancement among students instructed through STEAM-based Project Based Learning compared to those taught conventionally on renewable energy materials. This quantitative study implemented a quasi-experimental non-equivalent control group design involving 52 sixth-graders at SDN 021 Sungai Kunjang (26 students each in the experimental and control groups). The research instruments comprised a validated multiple-choice scientific literacy test and a science identity questionnaire. The empirical findings demonstrated that the experimental group achieved a significantly higher scientific literacy enhancement, with mean post-test scores and normalized gain (N-gain) substantially outperforming the control group. This pedagogical advantage was consistent across all scientific literacy domains and reinforced by more favorable student science identity indicators. Consequently, STEAM-based Project Based Learning is proven to exert a positive and significant effect on fostering primary school students' scientific literacy in renewable energy topics. ABSTRAK Rendahnya literasi sains siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan nyata yang kerap dipicu oleh pembelajaran konvensional yang minim keterlibatan langsung peserta didik. Kondisi ini menuntut hadirnya model pembelajaran inovatif yang mampu mengontekstualisasikan materi sains ke dalam proyek pemecahan masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan, pengaruh, serta besarnya peningkatan literasi sains antara siswa yang memperoleh model Project Based Learning berbasis STEAM dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada materi energi terbarukan. Penelitian kuantitatif ini menerapkan rancangan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group design yang melibatkan 52 siswa kelas VI SDN 021 Sungai Kunjang (kelas eksperimen dan kontrol masing-masing 26 siswa). Instrumen yang digunakan meliputi tes literasi sains pilihan ganda terstandar dan angket identitas sains. Hasil penelitian membuktikan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan literasi sains yang signifikan, dengan rata-rata post-test dan perolehan N-gain yang jauh melampaui kelas kontrol. Keunggulan tersebut mencakup seluruh aspek literasi sains serta diperkuat oleh profil identitas sains yang lebih positif pada diri siswa. Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning berbasis STEAM terbukti efektif dan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar pada materi energi terbarukan.