Penelitian ini bertujuan mensintesis bagaimana aliran-aliran filsafat pendidikan membentuk arah transformasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis (Systematic Literature Review/SLR), sebanyak 28 artikel jurnal ilmiah yang terbit pada rentang tahun 2016–2026 dihimpun dari Google Scholar melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan yang terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan pengodean tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa progresivisme dan humanisme paling dominan mewarnai wacana Kurikulum Merdeka melalui penekanan pada pembelajaran berpusat pada peserta didik, diferensiasi, dan proyek, sementara esensialisme dan perenialisme berperan sebagai penyeimbang filosofis yang menjaga penguasaan literasi, numerasi dasar, serta nilai moral. Rekonstruksionisme muncul terutama sebagai respons terhadap tuntutan kompetensi abad ke-21 melalui integrasi teknologi dan relevansi sosial. Kajian ini juga menemukan bahwa penerjemahan nilai-nilai filosofis tersebut ke dalam praktik kelas dimediasi oleh kesiapan guru, budaya sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, dan infrastruktur digital. Temuan ini menawarkan peta konseptual yang menghubungkan filsafat pendidikan, orientasi kurikulum, dan praktik guru, sekaligus menegaskan perlunya penelitian lanjutan yang menguji model filosofis-pedagogis ini secara empiris di lingkungan sekolah dasar.