Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Maternal yang Berhubungan dengan Berat Badan Lahir Bayi: Tinjauan Literatur tentang Indeks Massa Tubuh, Kadar Hemoglobin, dan Tingkat Pendidikan Ibu Nabila Athifa Puspadewi; Fiona Paramitha
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.4142

Abstract

Birth weight is an important indicator of neonatal health and is associated with subsequent child growth and health outcomes. Three maternal factors, namely body mass index (BMI), hemoglobin levels, and maternal educational attainment, have been extensively studied in relation to birth weight; however, findings across populations remain inconsistent. This non-systematic narrative review searched PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and GARUDA for publications from 2021 to 2026 (searches conducted through September 2026), using three separate search groups addressing maternal BMI, hemoglobin levels, and education in relation to birth weight. Twenty studies met the inclusion criteria, including four studies conducted in Indonesia. The findings showed that seven studies on BMI reported associations with birth weight or related growth and birth outcomes, although the direction and outcomes assessed varied considerably. Seven studies examining hemoglobin levels demonstrated heterogeneous patterns of association, with some studies reporting non-linear relationships between hemoglobin levels and birth weight outcomes, while others identified associations only at the anemia end of the spectrum. Six studies on maternal education showed the greatest inconsistency: four reported significant associations with growth or neonatal outcomes, whereas two found no significant association. In conclusion, maternal BMI and hemoglobin levels were associated with birth weight or related growth outcomes, although the underlying mechanisms could not be established with certainty based on the reviewed evidence. Maternal education demonstrated the most heterogeneous pattern, with variations in findings across different populations and social contexts. Not all reviewed studies specifically examined term infants.
Edukasi Kesehatan Masyarakat Terpadu: Suplementasi Vitamin A untuk Anak dan Anemia pada Ibu Hamil Rizki Maulidya Putri; Muhamad Fachry; Fiona Paramitha; Erick Tanara; Tri Putra Rahmad Ramadani; Putra Gelar Parlindungan; Alviannur Halim; Aliya Hegar Nugrahani; Marcella Destiani Andriana Putri
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1957

Abstract

Anemia pada kehamilan dan defisiensi vitamin A pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang krusial di Indonesia, yang berdampak pada morbiditas ibu, kematian bayi, serta peningkatan risiko stunting. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, berfokus pada edukasi pencegahan anemia pada ibu hamil dan diintegrasikan dengan pemberian suplementasi vitamin A bagi anak usia 6–59 bulan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2026 di Posyandu 4 Magersari, Sidoarjo. Intervensi yang dilakukan meliputi edukasi kesehatan interaktif, pembagian buku saku edukatif, serta konsultasi langsung oleh tim ahli dari UNESA. Studi ini menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan 8 ibu hamil dan 40 ibu yang memiliki anak balita. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan secara statistik, dengan nilai rata-rata (±SD) pre-test sebesar 45,8 (±21,42) dan post-test sebesar 91,7 (±9,96) (p < 0,001). Hasil tersebut dapat diartikan ada peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai kepatuhan terhadap konsumsi suplemen zat besi serta pemberian kapsul vitamin A biru dan merah. Artikel ini mendukung Sustainable Development Goals, sebuah program global dari PBB, yang mencakup SDG 3, SDG 4, dan SDG 17.