Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran makna konsumsi kopi di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa di Kota Bandung, dari sekadar komoditas menjadi simbol status sosial. Fenomena meningkatnya budaya “ngopi” tidak hanya menunjukkan perubahan pola konsumsi, tetapi juga mencerminkan dinamika pembentukan identitas sosial dalam masyarakat urban kontemporer. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi, yang bertujuan memahami pengalaman subjektif individu dalam memaknai aktivitas konsumsi kopi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang merupakan generasi Z berusia 18–25 tahun dan aktif mengunjungi coffee shop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi telah mengalami transformasi dari nilai guna (use value) menjadi nilai simbolik (sign value). Coffee shop tidak lagi sekadar tempat membeli minuman, melainkan ruang sosial yang digunakan untuk membangun identitas diri, melakukan interaksi sosial, serta menampilkan citra diri melalui media sosial. Dalam perspektif sosiologi konsumsi, fenomena ini berkaitan dengan konsep distinction dari Pierre Bourdieu dan masyarakat konsumsi dari Jean Baudrillard, di mana pilihan konsumsi mencerminkan posisi sosial dan menjadi sarana diferensiasi sosial. Mahasiswa menggunakan coffee shop sebagai medium representasi diri yang mencerminkan gaya hidup modern, produktif, dan berkelas. Dengan demikian, konsumsi kopi di kalangan generasi muda telah menjadi bagian dari praktik simbolik yang berperan dalam pembentukan identitas dan reproduksi struktur sosial di masyarakat urban.