Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola partisipasi politik masyarakat, khususnya Generasi Z, melalui pemanfaatan media sosial sebagai ruang interaksi politik yang semakin terbuka dan dinamis. Media sosial tidak lagi berfungsi hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi telah berkembang menjadi arena demokrasi baru (digital public sphere) yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi politik, membangun opini publik, menyampaikan aspirasi, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas politik secara digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi partisipasi politik Generasi Z di era digital dengan menempatkan media sosial sebagai arena demokrasi baru dalam penguatan demokrasi partisipatif di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber sekunder yang meliputi artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, laporan penelitian, dokumen kebijakan, serta publikasi resmi yang relevan dengan media sosial, demokrasi digital, dan partisipasi politik Generasi Z. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, serta mensintesis berbagai temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial telah mentransformasi pola partisipasi politik Generasi Z dari bentuk konvensional menuju partisipasi politik digital yang lebih terbuka, interaktif, dan kolaboratif. Media sosial juga memperluas ruang demokrasi melalui peningkatan akses informasi, komunikasi politik, dan keterlibatan masyarakat dalam diskursus publik. Namun demikian, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran disinformasi, polarisasi politik, echo chamber, dan kecenderungan slacktivism yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi. Artikel ini menawarkan sintesis konseptual yang menempatkan demokrasi digital sebagai mekanisme yang menjembatani hubungan antara penggunaan media sosial dan kualitas partisipasi politik Generasi Z di Indonesia. Oleh karena itu, penguatan demokrasi partisipatif di Indonesia memerlukan peningkatan literasi politik digital, etika bermedia sosial, serta sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan penyedia platform digital untuk mewujudkan ruang publik digital yang sehat, inklusif, dan demokratis.