Syarifuddin Ahmad
Magister Pedagogi Universitas Maritim Raja Ali Haji

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEM-BASED LEARNING MODEL TO IMPLEMENT DEEP LEARNING IN SHIP MACHINING PRACTICE Syarifuddin Ahmad; Mustamid Mustamid; Nur Izzati; Desi Rahmatina
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13089

Abstract

ABSTRACT Practical ship machinery learning in vocational high schools requires students’ active engagement, the ability to analyze technical problems, and the mastery of skills relevant to real workplace situations. However, learning processes that remain dominated by teacher instruction may limit students’ opportunities to explore problems and determine solutions independently. This study aimed to analyze the effect of implementing Problem-Based Learning (PBL) within a deep learning approach on student engagement, problem-solving skills, and practical learning outcomes among eleventh-grade students in the Ship Machinery Program at SMK Negeri 5 Tanjungpinang. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of two purposively selected classes: an experimental class receiving problem-based instruction and a control class receiving conventional instruction. Data were collected through observation, questionnaires, tests, and documentation, and analyzed using descriptive statistics, prerequisite tests, an independent samples t-test, and N-Gain analysis. The findings revealed that the experimental class achieved higher scores than the control class in student engagement, problem-solving skills, and practical learning outcomes. The difference in learning outcomes was statistically significant, with a significance value of 0.000 < 0.05, while the experimental class obtained an N-Gain score of 0.72, categorized as high. These findings indicate that PBL can serve as a contextual learning strategy to strengthen student engagement, problem-solving skills, and practical competencies in vocational education. ABSTRAK Pembelajaran praktik permesinan kapal di sekolah menengah kejuruan menuntut keterlibatan aktif siswa, kemampuan menganalisis permasalahan teknis, serta penguasaan keterampilan yang sesuai dengan situasi kerja nyata. Namun, proses pembelajaran yang masih didominasi arahan guru berpotensi membatasi partisipasi siswa dalam mengeksplorasi masalah dan menentukan solusi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran mendalam terhadap keterlibatan siswa, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar praktik permesinan kapal siswa kelas XI di SMK Negeri 5 Tanjungpinang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen melalui desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih secara purposif, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis mencakup statistik deskriptif, uji prasyarat, independent samples t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh capaian lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol pada keterlibatan belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar praktik. Perbedaan hasil belajar terbukti signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sementara nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,72 berada pada kategori tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa PBL dapat menjadi strategi pembelajaran kontekstual untuk memperkuat keterlibatan, kemampuan pemecahan masalah, dan kompetensi praktik siswa pendidikan vokasi.
INTEGRASI NILAI KARAKTER KERJA MELAYU DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIK PERMESINAN KAPAL DI SMK KEMARITIMAN Syarifuddin Ahmad; Zaitun Zaitun
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.12879

Abstract

ABSTRACT Maritime vocational education is expected not only to produce graduates with strong technical competencies but also to cultivate work-related character aligned with the demands of safety, responsibility, discipline, and teamwork. However, character development within practical learning is often positioned as a supporting component, while the integration of local cultural values, particularly Malay work-character values, has received limited attention in the specific context of ship machinery practice. This study aimed to analyze the integration of Malay work-character values into ship machinery practical learning at SMK Negeri 5 Tanjungpinang. The study employed a qualitative approach using a case study design. The participants included the head of the expertise program, ship machinery practice teachers, and twelfth-grade students of the Marine Engineering program, who were selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that discipline, trustworthiness, responsibility, mutual cooperation, and work ethics were contextually integrated throughout the pre-practice, practice, and post-practice stages through compliance with standard operating procedures, the use of personal protective equipment, equipment management, and collaborative activities. These findings indicate that practical learning can serve as a meaningful context for internalizing local cultural values, strengthening students’ professional character, and supporting their readiness to engage in the maritime work environment. ABSTRAK Pendidikan vokasi maritim tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu membentuk karakter kerja yang sesuai dengan tuntutan keselamatan, tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama. Namun, pembentukan karakter dalam pembelajaran praktik masih cenderung diposisikan sebagai unsur pendukung, sedangkan pemanfaatan nilai budaya lokal, khususnya nilai karakter kerja Melayu, belum banyak dikaji secara spesifik dalam konteks pembelajaran permesinan kapal. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai karakter kerja Melayu dalam pembelajaran praktik permesinan kapal di SMK Negeri 5 Tanjungpinang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala program keahlian, guru praktik permesinan kapal, dan siswa kelas XII Teknika Kapal Niaga yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui proses reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai disiplin, amanah, tanggung jawab, gotong royong, dan etika kerja diintegrasikan secara kontekstual pada tahap pra-praktik, pelaksanaan, hingga pasca-praktik melalui kepatuhan terhadap SOP, penggunaan APD, pengelolaan peralatan, dan kerja kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran praktik dapat menjadi ruang internalisasi nilai budaya lokal yang memperkuat karakter profesional siswa sekaligus mendukung kesiapan mereka menghadapi lingkungan kerja maritim.