Environmental care habits need to be introduced in early childhood through concrete, simple, and locally relevant activities. However, early childhood teachers do not always possess practical guidance that helps them transform daily habituation into structured and observable learning activities. This preliminary study aims to analyze early childhood teachers' needs for a local-environment-based guide to environmental care learning activities in partner institutions of FTIK UIN KHAS Jember. The study employed a descriptive quantitative approach supported by simple qualitative data. Data were gathered through questionnaires administered to 12 teachers from seven PAUD/TK/RA partner institutions associated with the school field introduction (PLP) program. Data were analyzed using percentages, mean scores, and simple thematic analysis of open-ended responses. The results indicated that environmental care practices were very high (96.2%), teachers' understanding was very high (95.0%), the need for a guide/module was very high (84.8%), and the expected guide format was very high (90.3%). Teachers' perceived constraints were moderate (55.9%), with 50.0% of respondents reporting no significant barriers. These findings demonstrate that the demand for a manual stems not from teacher inactivity, but from the necessity for operational tools featuring tangible steps, local resources, and observational rubrics. ABSTRAK Kebiasaan menjaga lingkungan perlu dikenalkan sejak usia dini melalui kegiatan yang konkret, sederhana, dan dekat dengan kehidupan keseharian anak. Namun, guru PAUD/TK tidak selalu memiliki panduan praktis yang membantu mereka mengubah pembiasaan harian menjadi kegiatan pembelajaran yang terarah dan teramati. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan guru PAUD terhadap panduan kegiatan belajar menjaga lingkungan berbasis lingkungan sekitar pada lembaga mitra FTIK UIN KHAS Jember. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui angket terhadap 12 guru dari tujuh lembaga PAUD/TK/RA mitra FTIK UIN KHAS Jember yang berkaitan dengan pelaksanaan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Data dianalisis menggunakan persentase, rerata, dan analisis tematik sederhana terhadap jawaban terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kegiatan menjaga lingkungan berada pada kategori sangat tinggi (96,2%), pemahaman guru sangat tinggi (95,0%), kebutuhan terhadap panduan/modul sangat dibutuhkan (84,8%), dan bentuk panduan yang diharapkan sangat dibutuhkan (90,3%). Kendala guru berada pada kategori sedang (55,9%), dengan 50,0% responden menyatakan tidak ada kendala berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan panduan bukan karena guru pasif, melainkan karena guru memerlukan instrumen operasional berupa langkah kegiatan konkret, media sekitar, dan lembar pengamatan anak.