Tsabitah Hanum
Politeknik Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancang Bangun Smart Inventory Multiplatform Berbasis QR Code dan ESP32 untuk Laboratorium Telekomunikasi Tsabitah Hanum; Silfia Rifka; Lifwarda Lifwarda
Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Vol. 23 No. 2 (2026): Jurnal Litek, September 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/litek.v23i2.120

Abstract

Pengelolaan alat praktikum di laboratorium pendidikan vokasi masih banyak yang mengandalkan pencatatan manual, sehingga rawan kesalahan data dan sulit ditelusuri riwayat penggunaannya. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem Smart Inventory berbasis web dan mobile yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32 untuk mendukung pengelolaan alat di Laboratorium Telekomunikasi. Sistem menerapkan Role-Based Access Control dengan tiga peran pengguna yaitu, administrator, dosen, dan mahasiswa yang masing-masing dapat mengakses fitur sesuai kewenangannya melalui dashboard web maupun aplikasi mobile. Identifikasi unit alat dilakukan menggunakan QR Code sebagai Unique Identifier, yang hasil pemindaiannya diteruskan ke ESP32 untuk memberikan umpan balik fisik berupa LED dan Buzzer, sedangkan notifikasi status peminjaman dikirimkan melalui Firebase Cloud Messaging. Pengujian fungsional menunjukkan seluruh skenario berjalan sesuai rancangan, dengan pemindaian QR Code mencapai keberhasilan 100% pada jarak dekat (≤15 cm) dengan pencahayaan cukup namun menurun signifikan pada jarak jauh dan kondisi minim cahaya, waktu respons perangkat keras rata-rata 5 detik, serta komunikasi klien-server yang aman melalui protokol HTTPS/TLS 1.2. Sejauh penelusuran literatur penulis, sistem ini memadukan akses multiplatform, identifikasi QR Code, dan validasi fisik ESP32 dalam satu kesatuan yang belum ditemukan pada penelitian inventaris laboratorium sebelumnya, sehingga berpotensi mempercepat proses peminjaman dan pengembalian alat serta meningkatkan akurasi pencatatan dibandingkan pengelolaan manual.