This Author published in this journals
All Journal Jurnal Hadron
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Kandungan Kalsium (Ca) pada Air di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur Berdasarkan Analisis X-Ray Fluorescence (XRF) samsuddin samsuddin; T. Andi Fadlly; Nirmala Sari; Rahmawati; Ayu Syahputri; Afrahun Naziah
JURNAL HADRON Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jh.v8i2.15175

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan, namun kandungan mineral yang tinggi, khususnya kalsium (Ca), dapat mempengaruhi kualitas air dan pemanfaatannya. Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, merupakan salah satu daerah yang diduga memiliki sumber air dengan kandungan mineral kapur yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral pada sampel air dari Kecamatan Simpang Jernih menggunakan metode evaporasi dan analisis X-Ray Fluorescence (XRF). Sampel air sebanyak 5000 mL dipanaskan pada suhu sekitar 100 °C hingga seluruh air menguap dan menghasilkan residu padatan. Residu yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses evaporasi menghasilkan residu padatan sebanyak 5 gram. Analisis XRF menunjukkan bahwa residu didominasi oleh unsur kalsium (Ca) dengan konsentrasi sebesar 93,602%, serta sejumlah unsur lainnya dalam konsentrasi rendah seperti silikon (Si) sebesar 1,604%, besi (Fe) sebesar 1,184%, dan aluminium (Al) sebesar 0,823%,. Tingginya kandungan kalsium mengindikasikan bahwa air di Kecamatan Simpang Jernih mengandung mineral karbonat yang tinggi, yang diduga berasal dari proses pelarutan batuan dolomit di kawasan pegunungan sekitar lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi geologi daerah memberikan pengaruh terhadap karakteristik kimia air di Kecamatan Simpang Jernih dan dapat menjadi dasar dalam evaluasi kualitas air serta pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut.