Oman Hendi
Department of Nursing Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budhi Luhur Cimahi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Patient Characteristics Associated with Medication Adherence Among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Primary Care: A Cross-Sectional Study Andi Hasram; Hardini Tri Indarti; Oman Hendi; Briefman Tampubolon
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2026350

Abstract

Medication adherence is essential for effective self-management in type 2 diabetes mellitus (T2DM), yet its association with routinely measured patient characteristics may vary across healthcare settings. This study examined sociodemographic and clinical characteristics associated with medication adherence among patients with T2DM receiving oral antidiabetic therapy in primary care. An analytical cross-sectional study was conducted among 84 patients at a primary care clinic in Cimahi, West Java, Indonesia, using accidental sampling. Medication adherence was assessed with the Indonesian version of the eight-item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) and categorized as low, moderate, or high. Bivariate associations were tested using chi-square analysis, followed by ordinal logistic regression. Participants had a mean age of 53.45 ± 11.75 years, and 69.0% were female. Low, moderate, and high adherence were reported by 29.8%, 39.3%, and 31.0% of participants, respectively. Adherence differed significantly across age groups (p=0.032) and diabetes-duration categories (p=0.018) in bivariate analyses. The proportional-odds assumption was satisfied (p=0.092), and the overall ordinal regression model was significant (likelihood-ratio χ²=12.13, df=5, p=0.033). However, no individual adjusted association reached statistical significance. Age ≥60 years (aOR=2.55; 95% CI: 0.90–7.27; p=0.079) and diabetes duration ≥5 years (aOR=2.41; 95% CI: 0.91–6.38; p=0.077) showed higher estimated odds of greater adherence. Routine patient characteristics alone may be insufficient to identify adherence difficulties, supporting individualized assessment of medication-taking barriers in primary care. Abstrak: Kepatuhan minum obat merupakan komponen penting dalam pengelolaan mandiri yang efektif pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2), namun hubungannya dengan karakteristik pasien yang secara rutin diukur dapat bervariasi antarsetting pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografis dan klinis dengan kepatuhan minum obat pada pasien DMT2 yang menerima terapi antidiabetik oral di pelayanan kesehatan primer. Penelitian analitik dengan desain potong lintang dilakukan terhadap 84 pasien di sebuah fasilitas pelayanan primer di Cimahi, Jawa Barat, Indonesia, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale delapan item (MMAS-8) versi Indonesia dan dikategorikan menjadi tingkat kepatuhan rendah, sedang, dan tinggi. Hubungan bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square, kemudian dilanjutkan dengan regresi logistik ordinal. Rerata usia peserta adalah 53,45 ± 11,75 tahun dan 69,0% berjenis kelamin perempuan. Kepatuhan rendah, sedang, dan tinggi masing-masing ditemukan pada 29,8%, 39,3%, dan 31,0% peserta. Pada analisis bivariat, tingkat kepatuhan berbeda secara signifikan menurut kelompok usia (p=0,032) dan kategori durasi diabetes (p=0,018). Asumsi proportional odds terpenuhi (p=0,092), dan model regresi ordinal secara keseluruhan signifikan secara statistik (likelihood-ratio χ²=12,13; df=5; p=0,033). Namun, tidak ada hubungan teradjustasi individual yang mencapai signifikansi statistik. Peserta berusia ≥60 tahun memiliki estimasi peluang yang lebih tinggi untuk berada pada kategori kepatuhan yang lebih tinggi (aOR=2,55; 95% CI: 0,90–7,27; p=0,079), demikian pula peserta dengan durasi diabetes ≥5 tahun (aOR=2,41; 95% CI: 0,91–6,38; p=0,077). Karakteristik pasien yang diukur secara rutin saja kemungkinan belum cukup untuk mengidentifikasi masalah kepatuhan, sehingga diperlukan penilaian individual terhadap hambatan dalam penggunaan obat di pelayanan kesehatan primer.