Finta Isti Kundarti
Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang, Malang, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Daun Kelor melalui Pemberdayaan Kader sebagai Upaya Pencegahan Diabetes Melitus Finta Isti Kundarti; Ira Titisari; Nurul Pujiastuti
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v6i1.1166

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Kasus DM di Kota Kediri juga menunjukkan peningkatan sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Moringa oleifera (daun kelor) mengandung berbagai senyawa bioaktif, vitamin, mineral, dan antioksidan yang berpotensi mendukung pengendalian DM sebagai terapi pendamping. Namun, pemanfaatannya di masyarakat masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan mengenai pencegahan dan penanganan DM melalui edukasi dan pelatihan pengolahan Moringa oleifera. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri, dengan melibatkan 50 kader kesehatan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest, meliputi edukasi, diskusi, pelatihan, demonstrasi pengolahan daun kelor menjadi produk pangan, serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah kegiatan. Pada pretest, sebanyak 39 dari 50 kader (78%) memiliki pengetahuan rendah, sedangkan pada posttest sebanyak 44 dari 50 kader (88%) memiliki pengetahuan tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan demonstrasi pengolahan Moringa oleifera dapat meningkatkan pemahaman kader mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai terapi pendamping dalam pencegahan dan pengendalian DM. Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran kader sebagai agen edukasi kesehatan dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara tepat di masyarakat.    
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Edukasi Pemanfaatan Flaxseed Oil untuk Pencegahan Diabetes Melitus Ira Titisari; Finta Isti Kundarti; Ririn Indriani
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v6i1.1177

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Pencegahan dan pengendalian DM memerlukan keterlibatan masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan. Flaxseed oil mengandung asam alfa-linolenat (ALA), asam lemak omega-3, dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan metabolik sebagai terapi komplementer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai pencegahan dan pengendalian DM melalui edukasi dan demonstrasi pemanfaatan flaxseed oil. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri, Jawa Timur, dengan melibatkan 50 kader kesehatan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi pengolahan flaxseed oil dalam bentuk salad dan smoothie, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan 3 kader (6%) memiliki pengetahuan tinggi, 6 kader (12%) sedang, dan 41 kader (82%) rendah. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan 42 kader (84%) memiliki pengetahuan tinggi, 8 kader (16%) sedang, dan tidak terdapat kader dengan pengetahuan rendah. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi dan demonstrasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik dapat mendukung pemberdayaan kader dalam meningkatkan kapasitas pencegahan dan pengendalian DM di masyarakat.