Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa yang masih kesulitan menyelesaikan soal cerita, terutama pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IX MTs 2 Nurul Islam berdasarkan tahapan George Polya, yaitu: memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX yang telah mempelajari materi bangun ruang sisi datar. Pemilihan subjek dilakukan melalui purposive sampling berdasarkan hasil tes awal yang mengelompokkan siswa ke dalam tiga kategori kemampuan: tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi tes tulis berbentuk soal cerita, wawancara semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori tinggi mampu menjalankan rangkaian tahapan Polya secara sistematis dan optimal. Mereka dapat mengidentifikasi informasi dengan tepat, menentukan strategi penyelesaian yang sesuai, melakukan perhitungan dengan benar, serta memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Siswa kategori sedang mampu memahami masalah dan menyusun strategi dengan cukup baik, namun masih ragu dalam menentukan langkah yang tepat dan kurang teliti dalam perhitungan. Sementara itu, siswa kategori rendah mengalami kesulitan hampir di seluruh tahapan, terutama pada tahap memahami masalah dan merencanakan penyelesaian, serta tidak terbiasa melakukan pemeriksaan ulang.Penelitian ini menyimpulkan bahwa tahap memahami masalah dan membuat rencana penyelesaian merupakan tahapan paling menentukan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Semakin baik pemahaman dan perencanaan strategi, semakin besar peluang siswa memperoleh jawaban yang benar. Oleh karena itu, guru perlu membiasakan siswa menerapkan keempat tahapan Polya secara sistematis, memberikan latihan soal cerita yang bervariasi, serta memberikan bimbingan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa agar kemampuan pemecahan masalah matematis dapat berkembang secara optimal