Zuvitania Latifatun Umah
Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

  Personal Branding Master of Ceremony  Melalui Media Sosial: Penelitian Deskriptif Kualitatif pada Akun Instagram @ersa.tata Zuvitania Latifatun Umah
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JUSMA VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/1bn1a985

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial. Hidup sebagai makhluk sosial yang artinya membutuhkan komunikasi. Dunia maya merupakan media elektronik yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi. Salah satu platform media sosial yang banyak digunakan adalah Instagram. Instagram seringkali disebut cocok untuk membangun personal branding. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ersa Cipta Ningrum secara efektif menerapkan prinsip-prinsip utama personal branding menurut teori Peter Montoya, yaitu Spesialisasi (The law of specialization), Kepemimpinan (The law of leadership), Kepribadian (The law of of personality), Perbedaan (The law of distinctiveness), Terlihat (The law of visibility), Kesatuan (The law of unity), Keteguhan (The law of persistence) dan Nama baik (The law of goodwill), yang tercermin dalam setiap konten serta interaksi digitalnya. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Ersa Cipta Ningrum secara konsisten membangun citra dirinya sebagai master of ceremony. Konsistensi dalam membangun citra diri Ersa Cipta Ningrum merupakann upaya yang dilakukan Tata dalam mempertahankan personal branding pada akun media sosial instagram @ersa.tata. Keberhasilan personal branding Tata juga tercermin dari pertumbuhan jumlah pengikut yang terus meningkat dan interaksi aktif dari audiens secara daring.