Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick untuk Pembuatan Kursi Ramah Lingkungan di Kelurahan Talang Betutu Kota Palembang Dian Yulistarini; Manisah; Msy. Mikial; Muhammad Richie Oratama; Riki Mufli Pratama
Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/bersama.v4i2.2256

Abstract

Pengelolaan sampah plastik di tingkat rumah tangga masih menjadi persoalan lingkungan yang serius, terutama pada kawasan padat permukiman yang belum memiliki kebiasaan pemilahan dari sumber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan wawasan dan pelatihan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick untuk pembuatan kursi ramah lingkungan di Kelurahan Talang Betutu, Kota Palembang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung pembuatan ecobrick, serta diskusi dan refleksi hasil kegiatan. Mitra program adalah kelompok ibu rumah tangga RT 06 RW 13 yang selama ini menghadapi persoalan tingginya sampah plastik rumah tangga, rendahnya literasi lingkungan, belum adanya keterampilan teknis pengolahan plastik, dan lemahnya mekanisme kerja kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai bahaya pembakaran sampah plastik, pentingnya pemilahan dari sumber, serta potensi pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi material padat melalui teknik ecobrick. Mitra juga mulai mampu memilah, membersihkan, mengeringkan, memotong, dan memadatkan plastik ke dalam botol sebagai bahan penyusun kursi ramah lingkungan. Selain luaran fisik berupa ecobrick dan prototipe kursi, program menghasilkan luaran nonfisik berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, kesadaran lingkungan, dan pola kerja kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan kontekstual dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus solusi lokal terhadap persoalan sampah plastik. Keberlanjutan program memerlukan penguatan kualitas produk, pembiasaan pemilahan sampah di rumah tangga, serta pengembangan kelembagaan dan nilai ekonomi produk.