Finna Purnama Indah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Produk dan Personal Selling terhadap Keputusan Pembelian Kaca Film pada Konsumen UD Global Optima Jakarta Finna Purnama Indah; Aloysius Rangga Aditya Nalendra; Wiruma Titian Adi
Mekar: Jurnal Dinamika Manajemen dan Akuntansi Modern Vol. 1 No. 3 (2026): September: Mekar: Jurnal Dinamika Manajemen dan Akuntansi Modern
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/mekar.v1i3.485

Abstract

Persaingan pasar yang ketat dan iklim tropis ekstrem di Indonesia mendorong para pelaku usaha variasi otomotif dan bangunan semakin selektif memilih kaca film berdaya tolak panas optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas produk dan personal selling terhadap keputusan pembelian pada konsumen mitra UD Global Optima Jakarta. Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan dengan metode purposive sampling melibatkan 86 responden pemilik usaha dan staf pengambil keputusan yang dihitung menggunakan rumus Krejcie-Morgan. Instrumen kuesioner berskala Likert diuji validitas dan reliabilitasnya, serta memenuhi seluruh uji asumsi klasik. Analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y = 18,232 + 0,709X1 + 0,854X2. Hasil uji t menunjukkan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (thitung = 6,083 > ttabel = 1,988; sig 0,000 < 0,05). Personal selling juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (thitung = 6,782 > ttabel = 1,988; sig 0,000 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Fhitung = 38,842 > Ftabel = 3,11; sig 0,000 < 0,05) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,483. Temuan ini menegaskan kebaruan bahwa dalam interaksi Business-to-Business, keunggulan teknis produk harus diimbangi dengan kedekatan komunikasi tatap muka guna memitigasi risiko usaha mitra kerja.