Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Supervisi Akademik melalui Workshop KKG: Penguatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Mendalam dan Penyusunan Perangkat Ajar Nia Kurniawati
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/vadyym63

Abstract

Supervisi akademik dalam praktik pendidikan masih kerap dipersepsikan sebagai kegiatan penilaian terhadap kinerja guru. Persepsi tersebut dapat menimbulkan kecemasan dan mengurangi keterbukaan guru dalam melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan transformasi paradigma supervisi dari pendekatan evaluatif menuju pendampingan profesional yang berorientasi pada pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil Workshop Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus VI Tanjungwangi dalam memperkuat pemahaman guru mengenai supervisi akademik, pembelajaran mendalam, pola pikir bertumbuh, serta penyusunan perangkat ajar yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kegiatan, dokumentasi, telaah materi workshop, dan refleksi terhadap aktivitas peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 9 September 2026 di SD Negeri Tanjungwangi dan melibatkan kepala sekolah serta guru dari tujuh sekolah dasar dalam Gugus VI Tanjungwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop memberikan ruang kolaboratif bagi guru untuk memahami supervisi sebagai proses pendampingan, mengembangkan pola pikir bertumbuh, memahami prinsip pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta meningkatkan keterampilan awal dalam menyusun perangkat ajar. Pemanfaatan kecerdasan buatan melalui Claude AI juga diperkenalkan sebagai alat bantu dalam merancang pembelajaran, dengan tetap menempatkan guru sebagai pengambil keputusan pedagogis. Workshop menunjukkan bahwa KKG berpotensi menjadi ekosistem pengembangan profesional guru apabila dilaksanakan secara kolaboratif, reflektif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Supervisi Guru Berbasis Refleksi, Evaluasi, dan Transformasi untuk Mendukung Penerapan Pembelajaran Mendalam di KKKG Gugus V Situwangi, Kabupaten Bandung Barat Nia Kurniawati; Wulaningsih Wulangingsih
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/waevy281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan supervisi guru berbasis refleksi, evaluasi, dan transformasi dalam mendukung penerapan pembelajaran mendalam di Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus V Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi terhadap bahan paparan, notulen, dan berita acara workshop yang dilaksanakan pada 17 September 2026, serta data pendukung pelaksanaan tindak lanjut supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi dilaksanakan melalui tiga tahapan yang saling berkesinambungan, yaitu refleksi terhadap praktik pembelajaran, evaluasi menggunakan instrumen supervisi, dan transformasi melalui tindak lanjut pembinaan guru. Instrumen supervisi mencakup 47 indikator dengan skala penilaian 0–4 yang terbagi atas aspek penataan kelas dan administrasi kelas. Hasil pelaksanaan supervisi dan tindak lanjut menunjukkan peningkatan kualitas mengajar guru melalui penguatan refleksi profesional, pemberian umpan balik konstruktif, dan perbaikan praktik pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa supervisi yang dialogis, terstruktur, dan berkelanjutan dapat menjadi strategi pengembangan profesional guru sekaligus mendukung penerapan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Keberlanjutan supervisi dan pengembangan instrumen yang mencakup proses pembelajaran menjadi faktor penting dalam menjaga peningkatan mutu pembelajaran.