Supervisi akademik dalam praktik pendidikan masih kerap dipersepsikan sebagai kegiatan penilaian terhadap kinerja guru. Persepsi tersebut dapat menimbulkan kecemasan dan mengurangi keterbukaan guru dalam melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan transformasi paradigma supervisi dari pendekatan evaluatif menuju pendampingan profesional yang berorientasi pada pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil Workshop Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus VI Tanjungwangi dalam memperkuat pemahaman guru mengenai supervisi akademik, pembelajaran mendalam, pola pikir bertumbuh, serta penyusunan perangkat ajar yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kegiatan, dokumentasi, telaah materi workshop, dan refleksi terhadap aktivitas peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 9 September 2026 di SD Negeri Tanjungwangi dan melibatkan kepala sekolah serta guru dari tujuh sekolah dasar dalam Gugus VI Tanjungwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop memberikan ruang kolaboratif bagi guru untuk memahami supervisi sebagai proses pendampingan, mengembangkan pola pikir bertumbuh, memahami prinsip pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta meningkatkan keterampilan awal dalam menyusun perangkat ajar. Pemanfaatan kecerdasan buatan melalui Claude AI juga diperkenalkan sebagai alat bantu dalam merancang pembelajaran, dengan tetap menempatkan guru sebagai pengambil keputusan pedagogis. Workshop menunjukkan bahwa KKG berpotensi menjadi ekosistem pengembangan profesional guru apabila dilaksanakan secara kolaboratif, reflektif, kontekstual, dan berkelanjutan.