ABSTRAK Kesehatan reproduksi anak dan remaja merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, masih rendahnya literasi kesehatan reproduksi pada anak dan remaja menyebabkan berbagai permasalahan seperti pernikahan usia dini, kehamilan tidak diinginkan, kekerasan seksual, penyalahgunaan media digital, serta meningkatnya risiko penyakit menular seksual. Keterbatasan akses terhadap informasi yang benar dan terpercaya, serta masih adanya anggapan bahwa kesehatan reproduksi merupakan topik yang tabu untuk dibahas, menjadi tantangan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan perilaku sehat anak dan remaja. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tokoh agama serta tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada anak dan remaja melalui pemanfaatan teknologi kesehatan. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah tokoh agama, tokoh masyarakat, di desa Tanjung Beringin dengan jumlah peserta sebanyak 88 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan berhasil meningkatkan literasi kesehatan reproduksi anak dan remaja pada peserta, yang ditunjukkan oleh mayoritas peserta berada pada kategori baik pada aspek pemahaman peran tokoh agama dan tokoh masyarakat (81,82%), pengetahuan (69,32%), sikap (63,64%), dan pemanfaatan teknologi kesehatan (59,09%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang dipadukan dengan pendampingan melalui media digital efektif membentuk agen perubahan dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi anak dan remaja serta mendukung upaya promotif dan preventif di Masyarakat. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Literasi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Teknologi Kesehatan, Tokoh Masyarakat ABSTRACT Reproductive health among children and adolescents is a crucial aspect of developing high-quality human resources. However, low reproductive health literacy in this demographic leads to various issues, such as early marriage, unintended pregnancies, sexual violence, digital media misuse, and an increased risk of sexually transmitted diseases. Limited access to accurate and reliable information—compounded by the perception of reproductive health as a taboo subject—poses a challenge to improving the knowledge and healthy behaviors of children and adolescents. This community service initiative aimed to enhance the knowledge, attitudes, and skills of religious and community leaders regarding the provision of reproductive health education for children and adolescents through the use of health technology. The activity targeted 88 religious and community leaders from Tanjung Beringin Village. The results indicate that the education and mentoring program successfully improved participants' reproductive health literacy; the majority of participants fell into the "good" category regarding their understanding of the roles of religious and community leaders (81.82%), knowledge (69.32%), attitudes (63.64%), and use of health technology (59.09%). These findings demonstrate that empowering religious and community leaders—combined with digital media-based mentoring—is effective in creating agents of change capable of improving reproductive health literacy among children and adolescents, as well as supporting health promotion and disease prevention efforts within the community. Keywords: Reproductive Health, Health Literacy, Community Empowerment, Health Technology, Community Leaders