Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan digital dan persepsi kemudahan penggunaan terhadap adopsi e-wallet pada Generasi Z, sekaligus menguji peran persepsi kemudahan penggunaan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden Generasi Z pengguna e-wallet di wilayah Jabodetabek, yang dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi e-wallet dengan koefisien jalur sebesar 0,701 (H1 diterima) dan terhadap persepsi kemudahan penggunaan dengan koefisien jalur sebesar 0,802 (H2a diterima), sedangkan persepsi kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi e-wallet (H2b ditolak) dan tidak terbukti memediasi hubungan literasi keuangan digital terhadap adopsi e-wallet (H3 ditolak). Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan digital merupakan faktor paling dominan dalam mendorong adopsi e-wallet pada Generasi Z, sementara kemudahan penggunaan bukan pertimbangan utama bagi generasi yang telah terbiasa dengan teknologi digital (digital native). Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis bagi kajian Technology Acceptance Model (TAM) serta masukan praktis bagi penyedia layanan e-wallet dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat.