Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian pada perempuan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (VIA) adalah metode deteksi dini yang efektif, namun cakupannya masih rendah. Berbagai faktor—seperti pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, persepsi, usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan riwayat ginekologi—diduga mempengaruhi perilaku deteksi dini. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks menggunakan metode VIA di kalangan anggota kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah di Kecamatan Cilongok. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh 35 anggota kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah di Kecamatan Cilongok, yang dipilih melalui pengambilan sampel total. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup data demografi, faktor-faktor terkait, dan perilaku deteksi dini VIA. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Temuan menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0,696), pendidikan (p = 1,000), pekerjaan (p = 1,000), paritas (p = 0,579), pengetahuan (p = 1,000), sikap (p = 0,666), dukungan suami (p= 0,096), dukungan petugas kesehatan (p=0,608), dan persepsi (p = 1,000) dengan perilaku deteksi dini MELALUI. Namun ditemukan hubungan yang signifikan antara riwayat kesehatan (p=0,013) dan perilaku deteksi dini VIA. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, dan persepsi tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku deteksi dini VIA. Sebaliknya, riwayat sejarah menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku tersebut.