Tingginya realisasi anggaran belum tentu mencerminkan kinerja pengelolaan anggaran yang optimal karena penggunaan sumber daya publik juga perlu dinilai berdasarkan kemampuan menghasilkan output dan mencapai target kinerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pertanian Kabupaten Agam Tahun 2025 menggunakan pendekatan Value for Money berdasarkan aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari dokumen anggaran, Laporan Realisasi Anggaran (LRA), dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas PUTR tergolong ekonomis dengan rasio 88,64%, tetapi empat sasaran yang dianalisis belum efisien dan efektivitasnya masih belum optimal. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tergolong cukup ekonomis dengan rasio 98,70%, dengan tiga kegiatan efisien dan empat cukup efisien serta sejumlah indikator efektif dan sangat efektif. Dinas Pertanian tergolong ekonomis dengan rasio 88,79%, seluruh program dan kegiatan yang dianalisis termasuk efisien, serta sebagian besar indikator berada pada kategori efektif atau sangat efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat penyerapan anggaran tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan kinerja anggaran. Penilaian kinerja pemerintah daerah perlu mempertimbangkan aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas secara bersamaan agar penggunaan sumber daya publik lebih akuntabel dan berorientasi pada hasil.