Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Kabupaten Lombok Utara tercatat sebagai penyumbang prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan Desa Sambik Elen di Kecamatan Bayan mencatat angka 29,1%, jauh di atas rata-rata kecamatan maupun kabupaten. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan dan program intervensi gizi spesifik sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Sambik Elen, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Informan utama terdiri atas unsur Satgas Stunting dan tenaga kesehatan (Ketua TPPS Desa, Bidan Desa, Kepala Puskesmas Bayan, Ketua PKK, dan Kader Posyandu), sedangkan ibu hamil/ibu balita menjadi kelompok penerima manfaat yang diobservasi melalui instrumen checklist 16 indikator intervensi gizi spesifik. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengacu pada model implementasi kebijakan Grindle, yang menyoroti dimensi isi kebijakan (content of policy) dan konteks implementasi (context of implementation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator intervensi gizi spesifik, seperti pemeriksaan kehamilan, tablet tambah darah, inisiasi menyusu dini, dan imunisasi dasar lengkap, telah diakses secara konsisten oleh seluruh responden. Namun demikian, capaian pada indikator pemberian obat cacing, pemberian makanan tambahan tertentu, ASI eksklusif, dan suplementasi zink masih belum merata. Dari sisi pelaksana, program telah berjalan melalui posyandu rutin, pendampingan ibu hamil, pemantauan e-PPGBM, dan rembuk stunting desa, namun koordinasi lintas sektor, kepatuhan sebagian keluarga, dan keterbatasan ekonomi masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan intervensi gizi spesifik di Desa Sambik Elen sudah berjalan namun belum optimal dan merata, sehingga penguatan konvergensi antarsektor dan pemerataan cakupan intervensi masih diperlukan.